PDIP Cemburu Golkar Gombali Jokowi – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

PDIP Cemburu Golkar Gombali Jokowi

ILUSTRASI

ILUSTRASI

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Hubungan Partai Golkar dengan PDI Perjuangan memanas. Keduanya kini saling serang. Hal tersebut buntut dari partai pohon beringin yang mendeklarasikan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres di Pemilu 2019 mendatang.

”Saya jadi mencurigai, bisa jadi PDIP tidak suka dengan masuknya Golkar karena ke depan tidak bisa menekan presiden lagi,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman, kepada wartawan, Senin (15/8/2016).

Menurut Maman, PDIP secara tidak langsung cemburu karena dominasinya sudah mulai merenggang terhadap Jokowi. ”Partai Golkar adalah partai besar yang solid jadi wajar bila PDIP cemburu,” selorohnya.

Maman juga menuding, PDIP kadernya memiliki sifat dan pikiran ‘kekanak-kanakan’ serta sempit bahkan tak berdasar. Daripada sibuk menjelek-jelekkan partai lain, kata Maman, lebih baik introspeksi diri supaya menjadi kader yang merdeka. Terlepas dari kooptasi culture feodal yang tak pernah bisa lepas dari ‘Ibu Suri’.

Sejatinya, Maman menegaskan, keputusan Golkar beralih haluan dari partai oposisi menjadi pendukung pemerintah lantaran murni untuk mengawal pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Dia menilai, kekuatan Golkar di parlemen dibutuhkan karena selama hampir dua tahun belakangan pemerintahan berjalan, Jokowi tak mendapat dukungan penuh dari parpol pendukungnya.

”Langkah dukungan Partai Golkar untuk bergabung di pemerintah serta mendukung Jokowi di Pilpres karena melihat kinerja pemerintah selama hampir dua tahun ini tidak bisa berjalan efektif dikarenakan selalu dirongrong oleh salah satu partai pendukung mayoritas,” kata Maman.

Berbeda dengan PDIP, lanjut Maman, Partai Golkar adalah partai yang dibangun di atas nilai-nilai demokratis, dimana aspirasi akar rumput selalu menjadi pertimbangan utama. Di sisi lain, semua keputusan diambil melalui mekanisme aturan partai yang dihadiri seluruh fungsionaris partai dari seluruh Indonesia.

Salah satu alasan di balik keputusan Golkar mendukung Jokowi hingga di Pilpres 2019 nanti, tambahnya, adalah untuk memberikan kepastian politik kepada Jokowi untuk menjalankan pemerintahan dua periode agar bisa betul-betul menyiapkan program jangka pendek dan panjangnya.

Terpisah, politisi PDIP, Maruarar Sirait mengutarakan, langkah Golkar mendukung Jokowi sebagai upaya untuk menjadikan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto sebagai cawapres Jokowi di 2019 nanti.

”Saya curiga itu hanya akal-akalan dan manuver Golkar saja,” tandasnya saat dihubungi, Senin (15/8/2016).

Sebelumnya, Partai Golkar dianggap tengah melakukan strategi berusaha menggombali Presiden Jokowi. Pasalnya, secara prematur menyatakan tidak mau berkoalisi dengan PDIP di pilpres 2019 nanti. Terlebih, partai yang di nakhodai Setya Novanto itu sangat yakin dengan pernyataannya mengusung Jokowi sebagai calon presiden di pemilu mendatang.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, ibarat orang berpacaran biasanya ada dua wanita yang dipacarinya. Untuk meyakinkan mereka silaki-laki mengeluarkan rayuan untuk meyakinkan para wanitanya itu.”Bisa disamakan Golkar itu si laki-laki yang berpacaran. Dia tengah menggombali pacarnya itu bila serius mengusungnya di Pilpres 2019 nanti,” ungkap Hendrawan. (aen/yuz/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top