Absen Upacara di Bokori, TPP Hilang – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Absen Upacara di Bokori, TPP Hilang

Pulau Bokori, lokasi pelaksanaan upacara 17 Agustus 2016

Pulau Bokori, lokasi pelaksanaan upacara 17 Agustus 2016

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemprov Sultra yang masih berpikir untuk absen dalam upacara HUT ke-71 Republik Indonesia, harus berpikir ulang. Bila masih ingin menikmati Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) bulan Agustus, maka jangan coba-coba tak hadir mengikuti peringatan HUT RI di Pulau Bokori. Gubernur Sultra, H. Nur Alam telah menginstruksikan untuk melakukan pemotongan TPP sebulan penuh pada pegawai yang tidak hadir. Bukan hanya sekadar hadir, pegawai diharuskan turut serta memeriahkan rangkaian gelaran peringatan HUT RI tahun 2016.

“Kewajiban PNS hadir pada tanggal 17 Agustus nanti kembali ditegaskan gubernur. Pada saat meninjau lokasi pelaksanaan upacara bendera di Pulau Bokori tanggal 10 Agustus lalu, beliau meminta secara khusus pada Kasatpol PP untuk mengecek kehadiran PNS. Bagi pegawai yang tidak hadir, gubernur minta agar TPP mereka pada bulan Agustus dihilangkan saja,” warning Kepala Biro Humas dan PDE Setprov Sultra, H. Kusnadi, Jumat (12/8).

Untuk memastikan kehadiran pegawai sambung Ketua Bakohumas Sultra ini, pimpinan SKPD diminta meningkatkan pengawasan. Makanya, ia mewanti-wanti agar daftar absensi turut dibawa serta. Selain mengecek kehadiran PNS, pemerintah berharap seluruh pegawai ikut terlibat dalam berbagai kegiatan. Apalagi acara ini tidak hanya berkaitan dengan peringatan HUT kemerdekaan, namun juga sebagai implementasi program pemerintah daerah.

“Makanya, mulai tanggal 14 Agustus persiapan pelaksanaan kegiatan sudah rampung. Bukan hanya lokasi upacara dan perangkat, namun juga tenda-tenda. Apalagi ada dilangsung acara kenegaraan di Pulau Bokori. Bagi SKPD yang tidak mengambil bagian, pimpinannya akan dikenakan sanksi tambahan. TPP-nya selama 3 bulan kedepan akan dihilangkan,” tegas mantan Ketua PWI Sultra ini.

Persiapan yang dilakukan pemerintah diklaim sudah mencapai 95 persen. Lokasi pelaksanaan upacara telah datar dan layak digunakan. Saat ini, pemerintah tengah konsen membangun tenda-tenda yang akan dijadikan acara jamuan kenegaraan. Namun diperkirakan sudah rampung sebelum tanggal 15 Agustus. Pasalnya, pemerintah akan menggelar gladi resik pelaksanaan upacara bendera. Makanya, sejumlah fasilitas pendukung harus disiapkan. Mulai dari sound system dan lampu penerangan.

Untuk transportasi lanjut mantan Kabag Humas, pemerintah telah menyiapkan dua armada. Satu yang khusus mengangkut sekitar 500 perangkat upacara. Sementara tamu udangan, veteran dan warakawuri hingga pejabat lingkup Pemprov Sultra akan menggunakan KM Pacitan milik Basarnas. Mulai pukul 06.30 Wita, perangkat upacara akan mulai diseberangkan. Sementara bagi pegawai yang tidak bertugas diharap datang lebih awal. Apalagi kegiatan di Pulau Bokori sudah dimulai pada tanggal 15 Agustus.

“Sebagai bentuk kebersamaan, seluruh PNS lingkup Pemprov Sultra diwajibkan menghadiri peringatan upacara bendera HUT RI ke-71 pada 17 Agustus di Pulau Bokori. Apalagi ada seabrek kegiatan yang akan digelar pemerintah dalam memeriahkan hari kemerdakaan. Pelaksanaan upacara akan digelar pada pukul 10.00 Wita. Mulai dari acara pengibaran dan penurunan bendera hingga jamuan kenegaraan,” ulangnya, mengingatkan. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top