Mendikbud: Full Day School Menyesatkan! – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Edukasi

Mendikbud: Full Day School Menyesatkan!

Mendikbud Muhadjir Effendi. Foto: dok jpnn

Mendikbud Muhadjir Effendi. Foto: dok jpnn

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi meminta masyarakat tidak menggunakan istilah full day school (FDS) lagi. Istilah itu dinilainya menyesatkan dan membuat resah masyarakat.

“Tolong jangan gunakan lagi‎ istilah FDS atau sekolah seharian penuh. Karena ini bisa membuat di pikiran orang siswa itu sekolah seharian penuh. Padahal tidak begitu,” kata Muhadjir dalam konpres di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin menggunakan istilah FDS dan lebih tepatnya kegiatan tambahan yang menyenangkan. Siswa ketika pulang sekolah, dilanjutkan dengan kegiatan bermain atau ekskul.

“Pokoknya siswa itu enak dan nyaman. Jadi bukan dipaksa belajar dari pagi sampai sore,” ujarnya.

DEMI KARAKTER ANAK

Program tambahan waktu sekolah masih dikaji pemerintah. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi , bisa saja program tersebut tidak jadi dilaksanakan.

“Prosesnya masih panjang. Saya masih menyusun programnya lebih menyeluruh, kemudian ada uji coba. Dari situ akan kelihatan mana yang harus disempurnakan,” terang Muhadjir di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Dia menambahkan, tambahan waktu sekolah ini merupakan implementasi  dari amanat Presiden RI Joko Widodo. Yakni kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah terpenuhinya peserta didik pada jenjang sekolah dasar mendapatkan pendidikan karakter 80 persen dan pengetahuan umum (20 persen).

Sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) terpenuhi 60 persen pendidikan karakter dan pengetahuan umum (40 persen).

“Jadi waktu tambahan enam jam ini digunakan untuk pendidikan karakter anak.  Ini dilakukan demi kepentingan bangsa menyiapkan bangsa yang lebih baik. Kalau ini belum dilaksanakan akan menggunakan pendekatan lain,” terangnya. (esy/jpnn)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top