Cerdas Cermat Pemilu…Peserta Makin Kritis, Soal Belum Kelar, Bel Bunyi Terus – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Cerdas Cermat Pemilu…Peserta Makin Kritis, Soal Belum Kelar, Bel Bunyi Terus

Yel yel pendukung peserta cerdas cermat pemilu dan demokrasi KPU Kota Kendari di Aula Graha Pena Kendari Pos, Senin (8/8/2016)

Yel yel pendukung peserta cerdas cermat pemilu dan demokrasi KPU Kota Kendari di Aula Graha Pena Kendari Pos, Senin (8/8/2016)

Semangat siswa SMA sederajat di Kota Kendari mengikuti Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi menghadapi Pilkada serentak 2017 sangat antusias. Dua hari pelaksanaan cerdas cermat, 16 sekolah telah berlaga. Tersisa 16 sekolah lagi yang bertarung memperebutkan tiket menuju seperempat final.

Helson Mandala Putra,Kendari

Sejak Sabtu (6/8/2016) lalu, suara bel dan gaduhnya tepuk tangan terus terdengar dari aula Graha Pena Kendari Pos. Begitu pintu dibuka, tampak puluhan siswa didampingi sang guru, duduk rapi sambil menyuarakan dukungannya. Ternyata di atas panggung, ada 12 siswa lain dan empat sekolah berbeda. Raut wajahnya menunjukan konsentrasi tinggi dan fokus yang luar biasa. Ketika juri mengatakan benar, siswa lain berdiri dan bertepuk tangan. Ya, begitulah suasana lomba Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi yang diselenggarakan KPU Kota Kendari bekerjasama Harian Kendari Pos.

Senin (8/8/2016), pukul 8.30 Wita, puluhan siswa dari sekolah berbeda kembali beradu ketangkasan. Mereka adalah siswa kelas XII yang akan memasuki usia pemegang hak pilih pada Pilkada 2017 mendatang. Sejak datang dan duduk, mereka masih memegang buku pelajaran. Bahkan ada yang sedang menghafal undang-undang. Kendari Pos bukan hendak melaksanakan ujian atau try out, tapi pengetahuan yang tinggi tentang politik dan demokrasi mereka, akan diadu di sini. Tentu saja mereka mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Bukan persoalan menang atau kalah, namun gensi sekolah juga memicu ketatnya persaingan. Hikmah positif yang dapat dipetik, mereka terdorong agar berupaya menang dengan hasil terbaik. Guru yang mendampingi mereka dapat tersenyum melihat antusiasme anak didiknya berlomba untuk cerdas.

Waktu menunjukan pukul 9.00 Wita, siswa melakukan registrasi dan duduk rapi dalam ruangan. Hari kedua (kemarin), delapan sekolah yang terbagi dalam dua grup. Grup pertama; SMAS Kartika Kendari, SMAS Muhammadiyah Kendari, SMAN 8 Kendari, SMA DDI Kendari, kemudian grup kedua SMKN 3 Kendari, SMK Tunas Husada, SMAN 6 Kendari dan SMKN 2 Kendari, siap bertarung.

Tepat 9.30 Wita, perlombaan grup pertama dimulai. Sepuluh pertanyaan diterima oleh SMAS Kartika Kendari, lalu disusul tiga sekolah lainnya. Babak pertama selesai begitu saja, semua peserta memberikan penampilan terbaik, namun soal yang diberikan KPU juga cukup tangguh. Tidak semua soal dapat diselesaikan di babak pertama ini.

Lanjut babak kedua, setiap sekolah diberika sepuluh pertanyaan lagi, namun bisa direbut jika jawabannya salah. Ronde ini memungkinkan tim lain mendapatkan poin lebih, namun akan jadi bumerang jika tim yang merebut salah jawab, karena akan dikurangi 25 poin. Tapi, tidak satupun sekolah gentar. Tanpa menghiraukan ancaman itu, bel terus berbunyi saat juri menyatakan salah. Kata “salah” dari juri, terdengar seperti kode untuk menekan bel bagi tim lain.

Sebaliknya, ketika juri mengatakan “benar”, itu adalah kode untuk supporter untuk meneriakan yelyel keberhasilan. Dentuman bel dan meriahnya tepuk tangan silih berganti menyesakkan telinga. Babak ketiga pun tidak kalah seru. Ke empat sekolah saling adu cepat memencet bel, memperebutkan sepuluh soal yang dibaca oleh panitia. Kali ini, bel lebih berisik dari biasanya. Sesekali soal tak selesai terbaca, semua tim langsung berebut. Juri dibuat geleng kepala. “Biarkan soalnya selesai dibacakan. Akhirnya jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan sebenarnya,” ujar Komisioner KPU Sultra, Dr. La Ode Abdul Natsir Muthalib sebagai salah satu juri.

Setelah satu jam beradu pengetahuan politik dan demokrasi, akhirnya juara grup pertama menjadi hak milik SMAS Kartika Kendari dengan 1780 poin dan SMA DDI Kendari 1125 poin, Keduanya lolos ke babak perempat final, mengalahkan SMAN 8 Kendari dan SMAS Muhammadiyah Kendari. Setelah itu, dilanjutkan dengan group kedua, SMKN 3 Kendari, SMK Tunas Husada, SMAN 6 Kendari dan SMKN 2 Kendari, pada pukul 14.30 Wita. Perlombaan grup kedua tidak kalah seru, masing-masing sekolah saling berebut poin dengan cara adu cepat menekan bel. Hasilnya, SMKN 3 Kendari berhasil lolos ke babak perempat final dengan total poin 1300 dan runner up SMAN 6 Kendari juga lolos dengan 1175 poin. Keempat sekolah yang lolos yakni juara grup dan runner up akan belomba lagi, Kamis (11/8/2016) nanti.

“Event ini sangat baik dan mampu mencerdaskan Siswa yang merupakan calon pemilih pemula. Mulai dari proses tahapan pemilu, siapa itu KPU sebagai penyelenggara. Dengan begitu mereka bisa pahami dan siap untuk memilih secara cerdas Khususnya Pilwali 2017,” ungkap Marjana MSi, Guru pendamping SMAS Kartika.

Senada Guru pendamping SMKN 3 Kendari, H. Safruddin, S.Pd. Ia menilai, lomba ini cukup baik untuk membuat siswa makin profesional dalam hal pemilu, khususnya menghadapi Pilwali 2017. Sehingga mereka paham dan juga dapat memilih pemimpin yang bisa dipercaya. “Tidak menutup kemungkinan, mereka bisa mejadi kader penyelenggara pemilu. Terima kasih KPU Kota Kendari dan Kendari Pos,” pungkasnya. (kendaripos)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top