Tragedi Kapal Pengangkut BBM yang Terbakar, 6 Tewas, 17 Selamat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Tragedi Kapal Pengangkut BBM yang Terbakar, 6 Tewas, 17 Selamat

kendaripos.fajar.co.id. RAHA- Tragedi kecelakaan transportasi laut yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Perairan Sulawesi Tenggara. KM Lintas Samudra, kapal penumpang rute Pelabuhan Laino Raha-Maligano terbakar di tengah laut, kemarin (7/8), sekira pukul 12.45 wita. Sebanyak 6 penumpang tewas dalam insiden tersebut. 17 orang selamat, termasuk nakhoda dan 2 anak buah kapal (ABK).

kpl
KM Lintas Samudra meninggalkan Pelabuhan Laino sekitar pukul 12.30 Wita dengan membawa 20 penumpang. Selain itu, kapal fiber itu juga mengangkut 3 unit sepeda motor dan 2 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin yang dikemas dalam 100 buah jerigen berkapasitas 20 liter. KM Lintas Samudra menggunakan 4 mesin tempel.
Informasi yang dihimpun, petaka yang menimpa kapal tersebut pada posisi 1 mil dari Pelabuhan Laino. Awalnya, kapal berangkat hanya menggunakan satu mesin pendorong, Lima menit kemudian, Jamil, ABK KM Lintas Samudra menyalakan mesin 2 dan 3. Pada jarak 1 mil dari pelabuhan, mesin keempat dinyalakan.

KORBAN1
Saat mesin keempat dinyalakan, terjadi bunga api yang menghubungkan ke selang BBM kapal. Kebakaran pun tak bisa dihindarkan. ABK kapal dan sebagian penumpang berusaha memadamkan api, namun nyalanya cepat menjalar. Para penumpang pun akhirnya memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Sebagian di antara penumpang masih sempat mengambil pelampung. Kebakaran hebat terjadi karena ada 2 ton BBM yang diangkut kapal tersebut.

Namun, pengakuan Nakhoda KM Lintas Samudra, La Naona, saat mesin keempat dinyalakan, langsung terjadi ledakan. Ia pun langsung membuang jerigen berkapasitas 35 liter berisi bensin (BBM kapal) ke laut. “Saat kebakaran terjadi, saya langsung berlari ke palka. Saya memastikan tidak ada lagi penumpang di kapal. Semua sudah lompat ke laut. Saya terakhir melompat ke laut,” ungkap La Naona, warga Desa Lapole Kecamatan Maligano.

Kepulan asap dari KM Lintas Samudra masih terlihat dari pelabuhan Laino. Sejumlah kapal nelayan yang ada di sekitarnya dan kapal di Pelabuhan Laino langsung menuju TKP untuk memberikan pertolongan. Para penumpang berhasil dievakuasi cepat. Namun, ada 6 orang diantara mereka yang nyawanya tak tertolong lagi. Mereka adalah Wa Nasmi S.Pd. (40) warga Desa La Siwa, Rosdiana (39) warga Labuan (Butur), Aifa (6 bulan) warga Ereke (Butur), Rosmayana (29) warga Ereke (Butur), Wa Manti (55) warga Desa Lanobake, dan Fahrul (5) warga Ereke (Butur).

Sementara 17 orang lainnya selamat, termasuk ABK.
Salah seorang penumpang KM Lintas Samudra, Maniar (41) mengungkapkan, saat mesin kapal meledak, ia dalam keadaan tidur. Sesaat mendengar suara ledakan, Maniar kaget. Dengan posisi duduk di tengah, ia langsung berlari menuju haluan kapal. Dua anak remaja yang didapatinya juga langsung dibawa melompat ke laut. “Saya bilang pada dua anak itu, pegang bahuku. Kemudian, kami langsung melompat ke laut. Untung ada perahu koli-koli (sampan) yang datang menyelamatkan kami,” kenang warga Maligano itu saat ditemui di RSUD Raha.

Sementara, suami Katiem (korban selamat lainnya) bernama La Ode Kawiha mengatakan ia mengantar istrinya ke pelabuhan Laino itu sekitar pukul 12.25 wita. Setelah itu dia langsung meninggalkan tempat. Ia langsung kaget setelah mendengar kabar bahwa kapal yang ditumpangi istrinya menuju Maligano terbakar di tengah laut. “Saya langsung kembali ke pelabuhan. Alhamdulillah, istri saya selamat,” ujarnya.

Salah seorang keluarga korban tewas (Wa Manti) saat ditemui di rumah sakit mengatakan keluarganya diterpa musibah beruntun. Petakan dialami Wa Manti usai melayat di rumah neneknya yang meninggal dunia di Desa Farida Kecamatan Lasalepa. “Tadi, dia mau kembali ke Maligano,” ungkap keluarga korban.
Para korban selamat sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Raha. Namun, tidak ada pasien yang kritis. “Ada yang sempat diinfus. Beberapa orang dirawat di ruang inap. Namun, kondisi mereka perlahan membaik,” ungkap dr Idin saat ditemui di RSUD Raha.

Sementara itu, La Naona bersama dua ABK (Jamil dan La Feri) langsung diamankan di Mapolres Kota Raha. Mereka menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik Polres Muna masih melakukan penyelidikan terkait insiden yang menewaskan 6 orang penumpang ini.

Di tempat terpisah, Pj Bupati Muna, Muhammad Zayat Kaimoeddin turut berbelasungkawa atas insiden ledakan KM Lintas Samudra yang menyebabkan tewasnya 6 penumpang. Ia pun langsung memerintahkan BPBD Muna melakukan pencarian korban untuk memastikan tidak adanya korban yang hilang.
Selain itu, Bupati Muna terpilih, LM Rusman Emba juga menyampaikan duka yang mendalam atas insiden tersebut. “Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana yang menyebabkan 6 orang meninggal dan puluhan lainnya masih dalam perawatan,” ungkap Rusman Emba, di Jakarta, Minggu (7/8).

Ia mengatakan kejadian naas tersebut harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan instansi terkait. Ia mengungkapkan standar keselamatan penumpang kapal khususnya dari Raha ke wilayah Muna Timur harus menjadi perhatian dari pemerintah dan pemilik jasa angkutan laut. “Para pemilik kapal wajib menyiapkan alat-alat keselamatan dan sistem menajerial. Instansi terkait harus lebih serius dalam menangani masalah tersebut,” tutur Rusman.

Menurutnya, terbakarnya KM Lintas Samudra tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat. “Kejadian ini akan menjadi perhatian yang utama ke depan bagi pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk memperhatikan standar keselamatan penumpang kapal. Jangan terulang lagi,” harap Rusman. (p3/yog/yaf/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top