Berita Terorisme Jangan Menambah Keresahan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Berita Terorisme Jangan Menambah Keresahan

Ketua FKPT Sultra, H. Ryhamadi, Direktur Kendari Pos, La Ode Onggi Nebansi bersama Iman Wahyudi ketika berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, Kamis (4/8/2016)

Ketua FKPT Sultra, H. Ryhamadi, Direktur Kendari Pos, La Ode Onggi Nebansi bersama Iman Wahyudi ketika berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, Kamis (4/8/2016)

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Isu terorisme yang seharusnya tak semakin meresahkan masyarakat mendorong Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme, bersama Dewan Pers melahirkan pedoman penulisan berita pada jurnalis. Pedoman tersebut akan diulas dalam sosialisasi Jumat (5/8/2016).

Ketua FKPT Sultra, H. Ryhamadi saat berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, Kamis (4/8/2016) mengatakan, pihaknya berharap berita terkait terorisme dapat dimuat media secara proporsional sesuai kaidah dalam undang-undang pers dan kode etik jurnalistik. Sementara itu, Imam Wahyudi mewakili Dewan Pers menuturkan, dalam pemberitaan media terkait kasus terorisme selama ini diramu secara dramatis, sehingga cenderung meresahkan. Padahal, pemberitaan media merupakan kontrol untuk menjaga masyarakat agar hidup damai dan tentram.

“Olehnya itu, melalui sosialisasi ini kami ingin melakukan sharing dengan insan pers Sultra, terkait pedoman dalam menyajikan berita teror kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam pedoman tersebut juga akan membahas terkait pemilihan narasumber dalam pemberitaan. Dalam arti wartawan tidak boleh kehilangan verifikasi dan sikap skeptisnya dalam mengolah berita terkait terorisme. Selain itu, sosialiasi juga akan membahas tentang pedoman mengambil informasi dari korban teror tersebut.

“Termasuk cara mendapatkan informasi dari keluarga para pelaku teror. Artinya dengan ramuan berita yang membuat keluarga pelaku teror tidak mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat. Kekeliruan dalam memberitakan akan menjadi dendam pada media,” jelasnya.

Majelis Kode Etik AJI Indonesia, Willy Pramudya juga menjelaskan, berdasarkan riset internal yang dilakukan, banyak media menyajikan berita teror tanpa konfirmasi dan verifikasi. Padahal media memiliki peran utama melayani kepentingan publik secara profesional. “Melalui sosialisasi ini kita bisa bertukar pengalaman,” timpalnya.

Terkait hal itu, Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan FKPT bersama Dewan Pers tersebut. Hanya saja, selain terorisme yang memanggul senjata dan membawa bom, mungkin juga perlu dipikirkan tentang terorisme lingkungan. “Kita juga harus membahas tentang teror masuknya tenaga kerja asing, terhadap tenaga kerja lokal,” katanya. (yusup)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top