Seru…Puluhan Kades Baru di Bombana “Melancong” ke Yogyakarta – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Sulawesi Tenggara

Seru…Puluhan Kades Baru di Bombana “Melancong” ke Yogyakarta

 

kendaripos.fajar.co.id, RUMBIA- Pimpinan wilayah di Kabupaten Bombana sepertinya mendapat jatah bergilir jalan-jalan diluar daerah. Setelah hampir semua camat melancong ke tiga negara dan disusul beberapa lurah ke Bali, kini giliran kepala desa yang terbang ke Yogyakarta. Keberangkatan mereka dibungkus dalam acara studi banding.
Dari 120-an kepala wilayah ditingkat Desa di Bombana, hanya 54 orang yang studi banding di Kota Gudeg itu.

Sisanya sekitar 70-an orang, memilih tidak berangkat dengan berbagai alasan. Selain tidak menganggarkan dana studi banding dalam APBD Desa, juga ada kepala desa yang disiapkan untuk pemberangkatan gelombang berikutnya.

Keberangkatan para kades itu dibenarkan Kepala Bidang Pemerintahan Desa, BPMPD dan PP, H Arsyad. Saat dihubungi via ponselnya kemarin, H Arsyad mengaku tengah berada di Yogyakarta mendampingi puluhan kepala desa yang tengah bintek. Ia mengatakan, ada 54 kepala desa yang ikut bintek selama tiga hari di Yogya. Namun sejak kemarin, kegiatan tersebut sudah berakhir. “Sudah dulu ya pak, karena sekarang kami lagi siap-siap pulang ke Bombana,” ungkapnya.

Sesuai agenda, puluhan kepala desa ini, berada di Kota Keraton selama tiga hari. Mereka meninggalkan tempat kerjanya sejak Minggu (31/Juli) dan tiba kembali di Bombana, Kamis (4/8) hari ini. Lima puluhan kepala desa yang berangkat ke Yogyakarta, hampir semuanya didominasi kepala desa baru yang terpilih dalam pilkades serentak November tahun lalu dan telah dilantik Februari 2016 lalu.

Para kepala wilayah pemerintahan desa itu, tidak berangkat sendiri-sendiri di Yogyakarta. Mereka didampingi pegawai dari Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Perempuan (BPMPD dan PP) Bombana, karena sepertinya instansi ini memiliki peranan penting dalam kegiatan kepala desa itu. Indikasi ini juga terjadi di tahun 2015 lalu. Saat itu, dari 105 Pj kepala desa juga diberangkatkan ke Pulau Jawa untuk mengikuti kegiatan serupa dan dibawah koordinasi BPMPD dan PP.

“Kalau tahun depan ada lagi pergantian kepala desa, pasti ada lagi oknum di BPMPD dan PP yang berperan memasukan program ini (studi banding) ke APBD Desa,” duga salah seorang pegawai BPMPD dan PP yang enggan disebut namanya. (Nur/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top