La Paene Masara, Antara Satpol PP DKI dan Pelatih Tinju Malut – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Olahraga

La Paene Masara, Antara Satpol PP DKI dan Pelatih Tinju Malut

La Pane Masara

La Paene Masara

kendaripos.fajar.co.id—-La Paene Masara di tengah persimpangan. Dia tak lagi leluasa meluangkan waktu untuk dunia tinju karena tuntutan pekerjaannya sebagai petugas Satpol PP DKI. Padahal, La Paene kini dipercaya sebagai pelatih tim tinju Maluku Utara (Malut) pada PON 2016.

Sidik Maulana Tualeka, Jakarta

PRIA berambut cepak itu langsung bergegas menuju kursi kosong di kantin KONI Pusat, Jakarta. Kursi kayu berwarna cokelat milik penjual rujak buah tersebut seolah menjadi pelampiasan rasa penatnya.

Jaket training warna putih dengan tulisan ’Instruktur Pelatih Tinju Amatir Nasional’’ juga dilepas untuk mengurangi hawa panas pada siang itu.

Ya, pria itu yang tak lain adalah La Paene. Dia begitu membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak setelah menertibkan para PKL nakal di beberapa titik di wilayah Jakarta Pusat. Rutinitas yang sudah dilakoni selama 16 tahun terakhir sebagai petugas Satpol PP DKI.

Namun, dalam dua tahun terakhir atau sejak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur DKI, La Paene merasa menjalani masa-masa sulit. Hal itu seiring dengan kebijakan tegas Ahok dalam pengetatan jadwal kerja terhadap semua PNS di ibu kota.

Imbasnya, La Paene tidak bisa leluasa lagi untuk menekuni passion-nya di dunia tinju.

’’Kami dituntut untuk kerja, kerja, dan kerja sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk latihan,’’ ujar peraih emas di SEA Games 1997 dan 1999 itu.

Menurut La Paene, kondisi tersebut jauh berbeda dengan era Sutiyoso dan Fauzi Bowo saat menjadi gubernur DKI.

Kala itu, para mantan olahragawan memang masih diberi kelonggaran jam kerja supaya bisa menjalani aktivitas olahraganya. Salah satunya sebagai pelatih.

Meski telah gantung sarung tinju pada 2005, La Paene memang masih aktif membagikan pengalaman bertinju kepada generasi muda. Bagi dia, menjadi pelatih tinju merupakan bentuk pengabdian. Namun, kebijakan pengetatan jam kerja telah membuat aktivitasnya sebagai pelatih tinju terkungkung.

’’Seperti burung yang berada dalam sangkar. Padahal, saya selalu berusaha untuk bisa bermakna dalam membangkitkan tinju tanah air,’’ kata pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara, 42 tahun lalu itu.

Dampak terbesar mulai dirasakan tahun ini. Yakni setelah dia dipercaya menjadi pelatih tinju tim Malut untuk PON 2016 September mendatang di Jawa Barat. Dia sulit mendapat cuti kerja untuk mendampingi timnya.

“Jatah cuti tahunan otomatis saya pakai untuk mendampingi tim saat PON nanti. Tapi, saya kan tetap harus mendampingi anak-anak dalam program latihan mereka,’’ bebernya.

Untuk menyiasati problem tersebut, La Paene akhirnya memindahkan program TC dari Ternate ke Jakarta. Dengan begitu, dia bisa melakukan kontrol langsung terhadap perkembangan petinjunya dan pekerjaannya sebagai petugas satpol PP tetap berjalan seperti biasa.

Meski begitu, La Paene tetap kehilangan momentum saat para petinjunya melakukan latih tanding ke luar negeri. Untuk program di Thailand dan Tiongkok, perannya bakal diambil alih asistennya. Hal itu pun disayangkan La Paene.

’’Saya maunya bisa ikut, tapi kan enggak mungkin dapat izin,’’ ujar ayah tiga anak itu.

Begitu frustrasinya tidak bisa setiap saat mendampingi anak asuhnya, La Paene mengaku sempat mempertimbangkan untuk pindah tugas ke Ternate.

Namun, permohonan yang telah diajukan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta sejak awal tahun itu tak kunjung direspons.

’’Kalau kebijakan pemerintah masih seperti begini terus, saya mulai berpikir mengajukan pensiun dini agar bisa memiliki waktu untuk mengembangkan passion saya di dunia tinju,’’ kata La Paene. ’’Indonesia memiliki banyak bakat petinju amatir. Sayang kalau tidak ada yang membimbing mereka,’’ imbuhnya. (JPNN)

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. Kim Gamoro

    3 Agu 16 08:28 at 08:28

    Setuju bang La Paene…mending minta pensiun dini dan mengabdikan diri di dunia tinju. Dunia tinju ini sudah melambungkan nama anda…Semoga ada penerus anda di bawah gemblengan anda..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top