Imran Batalkan Penjaringan Calon Bupati dan Walikota versi Anton Timbang – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Imran Batalkan Penjaringan Calon Bupati dan Walikota versi Anton Timbang

Ketua DPD Gerindra Sultra, H Imran

Ketua DPD Gerindra Sultra, H Imran

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—DPD Gerindra Sultra akan mengocok ulang bakal calon yang direkomendasi ke DPP. Ketua DPD Gerindra H Imran memastikan akan melakukan penjaringan ulang. Padahal, sudah ada 20 nama yang diusul ke DPP versi kepengurusan Anton Timbang, untuk tujuh kabupaten/kota di Sultra.

Hasil penjaringan bakal calon yang dilakukan pada masa kepemimpinan Anton Timbang bisa saja berubah. Ada 20 nama yang telah terdaftar sebelumnya. Satu nama di Buton yakni Samsu Umar Abdul Samiun, empat nama di Buton Tengah yakni H Sumardin, Mansur Amila, Samhudin, dan Iskandar Kasim. Satu calon di Muna Barat yakni LM Rajiun Tumada, Busel 3 nama yaitu H Adios, Muh Faisal, dan H Satar, Bombana 3 calon yakni Masyhura Ila Ladamay, Tafdil, dan Kasra Jaru Munara. Kolaka Utara 4 nama yakni Nur Rahman, Anton, Ulfa, Dinamis Yunus Makajari dan 4 nama di Kota Kendari yakni Andi Musakkir, Abdul Razak, Iqbal Abdul Bafadal, serta Popy Manuhutu.

“Saya sudah mendapat restu DPP untuk melakukan penjaringan ulang,” ungkap Imran saat dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (1/8/2016).

Mantan Bupati Konsel itu berdalih, kebijakan mengocok ulang bakal calon merupakan kebutuhan partai dalam memilih dan memilah kandidat yang layak diusung. Kebijakan itu telah diamini oleh DPP sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam memberikan rekomendasi bakal calon. Menurutnya, kebijakan yang dilakukan itu bukan berarti tidak mempercayai penjaringan balon sebelumnya, tapi harus ada penyempurnaan.

“Gerindra bakal melakukan penjaringan ulang bakal calon bupati dan wakil bupati maupun calon wali kota dan wakil wali kota. Insya Allah, surat keputusan terkait itu bakal diterbitkan Senin depan, melalui persetujuan DPP. Tentunya, dengan adanya kocok ulang, nama-nama calon bupati dan wali kota tujuh kabupaten/kota yang sudah terdaftar sebelumnya, otomatis batal. Sambil menunggu hasil penjaringan selanjutnya, mereka yang diusulkan ke DPP, boleh saja orang sama dan tidak menutup kemungkinan ada perubahan. Tentunya, melalui penjaringan ulang nantinya,” kata Imran.

Mantan Ketua DPD Demokrat Sultra ini juga menyakini, langkah mengocok ulang balon diusung Gerindra pada tujuh kabupaten/kota tersebut tidaklah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai. Menurutnya, kebijakan tersebut selain mendapatkan lampu hijau dari DPP, juga demi kebutuhan organisasi yang menargetkan menang di setiap daerah dan turut ambil bagian dalam pesta demokrasi. “Hasil evaluasi, Gerindra harus melakukan penjaringan ulang balon bupati maupun wali kota,” katanya.

Di bawah kepimpinannya, Imran juga tak menampik menyegaran pengurus partai bisa saja terjadi. Menurutnya, perombakan pengurus partai merupakan kebutuhan setiap organisasi dalam rangka memenuhi berbagai target yang telah ditetapkan oleh partai. Menghadapi pilkada serentak kelak, Imran menargetkan setiap daerah yang diusung Gerindra dapat menang. “Saat ini, saya fokus membangun konsolidasi seluruh pengurus partai dalam rangka menyongsong pilkada serentak, Februari 2017 mendatang,” katanya.

Bagaimana peluang Adriatma Dwi Putra (ADP) diusung oleh Gerindra sebagai bakal calon Wali Kota Kendari? Imran tak mengelak peluang itu terbuka lebar bagi ADP. Kendati demikan, lanjut Imran, ADP tetap diwajibkan mengikuti seluruh tahapan penjaringan partai yang bakal dibuka. “Penjaringan bakal dibuka dalam waktu dekat. Siapapun itu harus mengikuti tahapan penjaringan termasuk, ADP,” terangnya.

Imran menambahkan, usai dilantik sebagai ketua DPD Gerindra Sultra, ia mengaku telah mendapatkan amanah dari Ketum DPP Gerindra Prabowo Subianto untuk membawa Gerindra menjadi partai yang eksis di Bumi Anoa. Menurutnya, wejangan didapatkan Prabowo menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas barunya di Gerindra.

Ketua DPC Gerindra Buton Tengah Almadin Jura mengatakan, proses perombakan itu bisa saja terjadi apabila dalam pengusulan yang dilakukan oleh DPC ditemukan ada kejanggalan atau datanya tidak lengkap. “Penjaringan yang kami telah lakukan, itu sudah sesuai mekanisme yang berlaku. Tapi apapun alasannya, kami akan menaati semua keputusan partai,” ujarnya.

Ketua DPC Busel Rudi Mastur Bong malah masih meragukan kepemimpinan Imran. “Saya masih menganggap ketua DPD adalah Anton Timbang. Soalnya kami belum menerima surat edaran terkait pergantian itu. Terkait penjaringan, saya yakin tidak ada perubahan,” ungkapnya.

Keputusan Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto menunjuk Imran menjadi ketua DPD Gerindra Sultra disambut hangat Ketua DPC Gerindra Konawe Utara, Mirza Herizandy. Menurutnya, keputusan DPP Gerindra merupakan keputusan terbaik bagi Sultra. “Kalau kita pengurus DPC, suka tidak suka, mau tidak mau, harus menerima hasil keputusan DPP. Itukan sudah diatur oleh DPP,” ujar Mirza Herizandy.

Mirza menilai usai pelantikan DPD Gerindra kebiasaan didalam partai akan dilakukan konsolidasi partai di Sultra bersama dengan DPC untuk dilakukan rapat kerja daerah guna dilakukan penyusunan kembali kepengurusan provinsi maupun kabupaten. “Besok (hari ini) pak Imran datang dari Jakarta. Kebiasan partai, langsung digelar konsolidasi internal. Siapapun ketuanya berhak untuk melakukan perombakan. Kami pun siap saja, kalau beliau (Imran) tidak suka, itu sudah menjadi konsekuensi. Tapi pemimpin yang baik adalah memberikan pendidikan yang baik pada bawahannya,” harapnya. (helmin/hadrian)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top