Kapolri: Jangan Utak-atik Data Wajib Pajak! – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Kapolri: Jangan Utak-atik Data Wajib Pajak!

Tito Karnavian, calon tunggal Kapolri

Kapolri Tito Karnavian

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Praktik kriminalisasi, tampaknya, masih membayangi pelaksanaan program pengampunan pajak (tax amnesty).

Karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Jumat (29/7) mendatangi Mabes Polri untuk meminta jaminan bahwa pihak kepolisian memberikan keamanan, kenyamanan, dan kepastian hukum bagi wajib pajak pemohon tax amnesty.

Ani, sapaan Sri Mulyani, datang bersama Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi beserta jajaran dewan komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kemenkeu.

Mereka bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, serta jajaran kepolisian lainnya.

Di Mabes Polri, mereka mengadakan pertemuan tertutup dan video-conference dengan pejabat kepolisian daerah (Polda), kantor wilayah pajak, perwakilan OJK, serta penyedia jasa keuangan di daerah.

“Saya tekankan kepada jajaran kepolisian untuk mempelajari Undang-Undang (UU) Tax Amnesty,” ujar Tito.

Dia menyatakan, Polri juga akan bekerja sama dengan jajaran OJK, Bank Indonesia (BI), perbankan, serta Kemenkeu di setiap provinsi.

Dengan begitu, ada jaminan terhadap keamanan dan kerahasiaan data wajib pajak yang melakukan pengampunan pajak.

Sejalan dengan itu, Tito juga menginstruksi seluruh jajarannya untuk tidak mengutak-atik data wajib pajak yang melakukan tax amnesty. “Tujuan pengampunan pajak tidak untuk jangka pendek.

Jangka panjangnya, program ini memperkuat ekonomi melalui basis pajak yang benar sehingga penerimaan pajak pada masa mendatang jadi lebih besar.”

Ari Dono menambahkan, dukungan percepatan kesuksesan pengampunan pajak merupakan momen penting bagi Polri untuk menunjukkan profesionalisme serta kinerja yang lebih baik.

Sementara itu, Ani menggarisbawahi, kesuksesan tax amnesty sangatlah penting.

Hal itu juga sejalan dengan imbauan Presiden Jokowi bahwa kebutuhan Indonesia untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi amat penting. Sebab, hal itu bisa menambah kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Karena itu, perlu aktivitas ekonomi yang baik, terutama dalam bentuk investasi. Butuh sumber dana untuk membiayai aktivitas ekonomi itu. Salah satu instrumen adalah APBN, di mana ditarget Rp 1.532 triliun untuk penerimaannya,” ungkapnya.

Ani menjelaskan, target penerimaan tersebut sangat berat dan perlu diupayakan. Salah satu upaya konkret adalah meluncurkan UU No 11 Tahun 2016 tentang Tax Amnesty yang bertujuan untuk mengumpulkan dana hingga Rp 165 triliun.

“Perlu suasana kepercayaan dari wajib pajak bahwa kalau mereka laporkan pajak nanti informasi itu digunakan untuk keperluan membayar pajak dan memenuhi target penerimaan negara, tanpa khawatir info itu disalahgunakan.” (JPNN)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top