MANTAP! Rupiah Terus Menguat – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

MANTAP! Rupiah Terus Menguat

Sri Mulyani

Sri Mulyani

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA – Masuknya Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan membawa ekspektasi suksesnya program amnesty pajak dan perbaikan perekonomian secara umum.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat menipis di pertengahan perdagangan kemarin akhirnya ditutup naik 24,852 poin (0,471 persen)  ke level 5.299,213. Penguatan lanjutan sejak awal pekan ini.

Nilai kapitalisasi pasar saham (market cap) Indonesia juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 5.704 triliun.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar Rupiah kemarin ditutup menguat ke level 13.113 per dolar Amerika Serikat (USD) dan menjadi level terkuat sejak awal pekan ini.

Sri Mulyani memulai tugasnya dengan ikut hadir dalam pengarahan Presiden di Istana Negara, Kamis  (28/7/2016).

Presiden joko Widodo memang mengumpulkan para pejabat eselon I, 2, dan 3 di Ditjen Pajak. mereka diminta lebih proaktif dalam mengawal tax amnesty dan penerimaan negara.

Sekitar 400 pejabat kemarin dihadirkan di Istana negara. Sejumlah menteri hadir, termasuk para penegak hukum seperti Kapolri dan Jaksa Agung. Seperti sudah ditunggu-tunggu, kemunculan Sri Mulyani mendapat sambutan meriah.

Seluruh peserta memberikan applaus panjang begitu Ani, sapaan Sri Mulyani masuk ke ruang utama Istana Negara.

Ani mengatakan bahwa Presiden memberikan arahan mengenai detail pelaksanaan pengampunan pajak. Bagaimana melayani para wajib pajak sehingga membangun kepercayaan publik dan pelaku usaha.

”Kita menyadari bahwa di dalam APBN tahun 2016 ini ada target penerimaan yang cukup ambisius,’’ ujarnya usai pengarahan.

Ditambah lagi dengan target penerimaan khusus dari sektor pengampunan pajak. Karena itu, kesiapan seluruh petugas pajak menjadi penting.

Pihaknya memerlukan personel yang memiliki kemampuan untuk menjelaskan secara detail mengenai tax amnesty. Untuk itu, pelatihan terus dilakukan.

Kebutuhan berikutnya adalah kesiapan aturan pelaksanaan. ”Jangan sampai kita sudah menjelaskan, tapi masih ada peraturan yang belum selsai dan belum disiapkan,” lanjutnya. Akibatnya, timbul penundaan.

Dia mengingatkan, batas waktu pengampunan pajak sudah spesifik. Antara 15 Juli hingga September mendatang, range tarif tebusan maksimal hanya dua persen.

Biasanya, pengusaha akan banyak tertarik pada periode saat ini karena tarif tersebut diuanggap insentif yang besar. karena itulah, para petugas harus bisa mencipytakan situasi nyaman bagi para wajib pajak.

Ani menambahkan, dia baru menjadi menteri selama 24 jam. Dia masih akan melihat tugasnya secara keseluruhan. Untuk saat ini, yang dilihat adalah APBN yang sudah disetujui.

”Ya kita perhatikan berapa target penerimaannya, titik mana yang paling lemah dan bagaimana kita menyikapi,” tutupnya.

Ekonom, Muhammad Chatib Basri, mengatakan semua negara termasuk Indonesia memang menghadapi risiko fiskal. Termasuk fase yang tidak mudah untuk dihadapi akibat perlambatan ekonomi global.

”Karena salah satu sumber dari ketidakpastian dalam fiskal adalah sisi penerimaan. Kenapa penerimaan bisa jadi persoalan, karena ekonomi dunia melambat,” ungkapnya di sela diskusi mengenang DR Sjahrir di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin (28/07).

Jika ekonomi dunia melambat, kata Chatib, ekspor terkena imbas. Padahal banyak perusahaan pembayar pajak datangnya dari eksporter. Selain itu harga komoditi masih rendah.

”Ini yang jelaskan kenapa penerimaan pajak sampai Juni angkanya masih kurang menggembirakan. Ini yang kemudian timbulkan risiko fiskal,” ucap mantan Menteri Keuangan itu.

Maka diharapkan program amnesty pajak bisa berhasil sehingga penerimaan pajak meningkat. Pada saat yang sama revisi anggaran pemerintah mengurangi nilai belanja.

”Saya kira bu Sri Mulyani punya pengalaman dengan ini. Beliau menteri keuangan cukup lama, 2006 – 2010. Pada waktu 2008 ekonomi dunia juga tidak terlalu baik,” terangnya.

Peran Sri Mulyani sangat penting dalam upaya mengatasi segala persoalan itu. ”Walaupun kita harus realistis bahwa tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada bu Sri Mulyani. Karena ekonomi dunia juga tidak baik. Ini kan bukan one woman show,” tegasnya.

Chatib menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa 5 persen terlebih sampai 5,1 persen saja sudah sangat baik. Sebab saat ini negara-negara penghasil sumber daya alam sedang dalam posisi berjuang dengan rata-rata pertumbuhan negatif sampai maksimal 1 persen.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam mengungkapkan bahwa pihaknya optimis nama-nama yang ada di daftar menteri baru hasil reshuffle akan membawa angin segar pada ekonomi tanah air.

”Kita optimis bahwa apa yang sekarang ini akan lebih baik lagi. Tetapi (menteri baru) yang ada saat ini membuat kita makin optimis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/7).

Pria yang juga menduduki posisi ketua Himbara tersebut juga menilai adanya nama mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kini kembali menduduki posisi menkeu menjadi sentimen positif.

Keyakinan tersebut didasari oleh sepak terjang Sri Mulyani yang telah malang melintang di dunia ekonomi baik domestik maupun internasional.

“Ibu Sri Mulyani punya track record yang baik. Artinya beliau punya tranck record yang juga panjang sebagai managing director World Bank dan juga menteri keuangan,” jelasnya.

Chief Evangelist Investment & Personal Finance Papillon Group, mengatakan dari hasil riset di divisi Asset Management, nilai tukar Rupiah berpotensi menguat ke level 12.800 per USD dalam waktu dekat.

”Penyebab utamanya masih dari sentiment kabinet baru dan amnesty pajak,” kata dia kepada Jawa Pos, kemarin.

Sedangkan pasar saham akan mulai realistis melihat kinerja emiten yang mulai melaporkan kinerja sepanjang semester pertama. Euphoria pasar saham sudah terjadi sejak Selasa (26/07) saat kabar reshuffle mulai beredar. ”Sekarang sudah mulai melihat fundamental emiten masing-masing,” imbuhnya.(gen/byu/dee)

Saham per 28 Juli 2016:

IHSG: 5.299,213 (menguat 15,38 persen sejak awal tahun 2016)

Pembelian bersih investor asing (capital inflow di pasar saham): Rp 23,292 triliun (sejak awal tahun)

Maret Cap: Rp 5.704 triliun

*) BEI

Rupiah per USD Pekan ini:

28 Juli: 13.113

27 Juli: 13.130

26 Juli: 13.150

25 Juli: 13.135

*) kurs tengah BI

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top