TPPU Penambang Emas Bombana Diusut – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

TPPU Penambang Emas Bombana Diusut

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Manajemen PT Panca Logam Makmur (PLM) ternyata banyak menyimpan persoalan hukum. Tak hanya penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra yang sedang mengusut kasus dugaan korupsi pada perusahaan pertambangan emas di Bombana itu. Sebab Pihak Polda Sultra pun sedang menuntaskan perkara lain terkait tindakan melawan hukum. Penyidik kepolisian bahkan telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di perusahaan tersebut.

Mereka adalah Falahwi Mudjur Saleh Wahid (mantan Kepala Biro Administrasi dan Keuangan di PT PLM Bombana tahun 2010) serta Tomy Jingga (Dirut PT PLM) termasuk Heng Hok Soei. Mereka disangka melanggar pasal 3, 4 dan 5 undang-undang RI nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU, junto pasal 347 dan 372 KUHP.

Penetapan tersangka pada mereka diketahui berdasarkan surat penyitaan yang telah dilaksanakan Pengadilan Negeri Kendari. Sesuai surat nomor 11/Pen.PidSus/TPK/2016 PN Kdi, pihak pengadilan resmi melaksanakan penyitaan barang bukti 1 buku tabungan BRI Unit Bombana atas nama Falahwi Mudjur Saleh Wahid dan 8 rangkap fotokopi laporan hasil produksi emas PT PLM pada tahun 2010.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Pengadilan telah menyita barang bukti tersebut sejak Februari 2016 lalu. Dalam waktu dekat diketahui, berkas lainnya akan segera dilimpahkan. Kepala Pengadilan Negeri Kendari, Mustari, SH yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Ya benar sudah ada penyitaan dari tiga tersangka TPPU di Bombana,” jelasnya, kemarin.

Untuk diketahui, status tersangka ketiga orang itu telah ditetapkan penyidik Polda sejak November 2016 lalu. Hal itu berdasarkan surat perintah dimulainya penyidikan dari Polda saat itu. Mereka dianggap melakukan menyimpangan, dengan modus mengalihkan aliran dana hasil produksi PT PLM Bombana ke rekening pribadi dan bukan ke kas perusahaan. Kerugian pihak manajemen pun ditaksir mencapai Rp 115 miliar.(kendaripos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top