Dikendalikan Bandar Dari Makassar 100 Gram Sabu Gagal Beredar di Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Dikendalikan Bandar Dari Makassar 100 Gram Sabu Gagal Beredar di Sultra

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI– Jajaran Direktorat Narkoba Polda Sultra punya tangkapan besar. Mereka baru saja menyita 100 gram sabu-sabu dari tangan lima pengedar yang diidentifikasi bernama Sofyan, Safaruddin, Kristian (30), Rusli (37) dan Tegar (27).

download (3)

Penangkapan tersebut melibatkan dua Subdit Ditnarkoba Polda Sultra. Subdit II mengamankan Kristian, Rusli dan Tegar dengan barang bukti 2 gram sabu. Sementara Subdit III menangkap Sofyan dan Safaruddin bersama 98 gram serbuk haram tersebut.

Subdit II dibawah pimpinan AKBP Abdul Kadir melakukan penangkapan pada Rusli, warga Puuwatu, Senin (25/7) lalu pukul 15.00. Dari pengembangan, polisi lalu menangkap Kristian dan Tegar pada kediaman mereka di Lorong Pertanian, Kadia sekitar pukul 19.30 Wita.

Sementara itu, Subdit III dalam kendali AKBP Laode Kadimu juga melakukan penangkapan terhadap pemilik 98 gram sabu yang telah lama menjadi target operasi.
Yang pertama diciduk adalah Sofian di sebuah kamar kost di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia. Setelah itu rekannya Safaruddin dijemput pada salah satu hotel di kawasan jalan Malik Raya, Mandonga. Kedua pelaku diketahui dikendalikan oleh bandar Narkoba asal Makassar. Operasi penangkapan dilakukan sejak pukul 17.00 Wita pada Senin (25/7) lalu hingga Selasa (26/7) dinihari, kemarin.

Wakil Direktur Ditnarkoba Polda Sultra AKBP Laode Aries didampingi Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumasehsaat ditemui kemarin mengakui, penangkapan lima tersangka dan barang bukti 100 gram sabu tersebut adalah yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir ini. “Keberhasilan ini adalah wujud kerja sama masyarakat dan kepolisian untuk memerangi segala jenis Narkoba yang dapat merusak msayarakat. Dua jaringan pengedar ini adalah target kami sejak lama, mereka dikendalikan bandar dari Makassar. Sistem penjualan yang mereka lakukan adalah dengan cara tempel,” ujar Aries.

Sesuai undang-undang penyalahgunaan Narkoba, dua jaringan pengedar tersebut dikenakan pasal 114 dan 112 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu Dolfi merinci, penyitaan 100 gram sabu-sabu itu telah menyelamatkan 500 korban bahkan lebih penyalahguna Narkoba. “Sesuai hitungan atau rumus Ditnarkoba atau BNN, satu gram Narkoba dapat dinikmati lima orang. Dan Ditnarkoba berhasil mengamankan 100 gram jadi kalau dikalikan pihak Ditnarkoba berhasil menyelamatkan 500 masayarakat yang menjadi korban barang haram tersebut,” timpalnya. (b/p2)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top