Venue Siap Digunakan, Dayung Perebutkan 40 Emas – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Venue Siap Digunakan, Dayung Perebutkan 40 Emas

venue yang akan digunakan dalam lomba dayung PON 2016 di  Jawa Barat

venue yang akan digunakan dalam lomba dayung PON 2016 di Jawa Barat

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, KONI Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mematangkan persiapan. Salah satunya kejelasan terkait jumlah medali yang akan diperebutkan, venue pertandingan dan pemondokan khusus cabor dayung yang akan bertanding di Situ Cipule Kabupaten Karawang, September mendatang.

Wakil Ketua II KONI Sultra, Ashar mengungkapkan, berdasarkan hasil kunjungan selama lima hari (21-25 Juli 2016) di Jabar, KONI telah mendapat informasi resmi jika cabor dayung akan mempertandingan 40 nomor lomba mencakup 15 nomor rowing, 16 nomor canoeing, dan 9 nomor dragon boat. ” Ada 40 emas yang akan dipererebutkan. Semua berlangsung di Karawang,” ujarnya, melalui telepon selulernya, Senin (25/7) malam.

Terkait venue pertandingan, lanjut Wakil Komandan Satgas Pelatda Sultra tersebut, pihaknya menilai danau Cipule sudah siap untuk digunakan dan merupakan tempat pertandingan yang representatif karena pernah dipakai SEA Games 2011. Sedangkan untuk lokasi penginapan pedayung Sultra, induk olahraga telah menyewa rumah dengan lokasi strategis, jaraknya kurang dari 50 meter menuju lokasi pertandingan. “Semua sudah oke, sekarang kami akan melaporkan dulu secara resmi terkait hasil kunjungan ke Jabar, ke Ketua Umum KONI Sultra, pak Lukman Abunawas,” katanya.

Setelah memberikan laporan resmi, lanjut Ashar, KONI tinggal menentukan hari keberangkatan cabor primadona tersebut yang rencananya akan diberangkatkan awal Agustus. Namun dengan catatan semua masalah internal dayung sudah selesai. “Kita tunggu saja keputusan dari Ketua KONI dan Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sultra, kapan atlet mau diberangkatkan ke Karawang,” terangnya.

Selain itu kata Ashar, dalam tugas ke Jabar ia juga mendatangi ke sekretariat Panitia Besar (PB) PON, meminta petunjuk mengenai cabor dayung yang belum terdaftar. Hasilnya, PB PON menginginkan KONI segera bermohon secara tertulis, sehingga bisa melakukan entry by name secara manual langsung di sekretariat PB PON. “Dalam surat permohonan KONI nanti, kami diminta melampirkan alasan mengenai keterlambatan pendaftaran. Paling lambat pertengahan Agustus dayung harus sudah terdaftar karena bukan hanya pendaftaran yang mau dikerja,” terangnya.

Sekum Perbakin Sultra itu berdalih kepada PB PON, bahwa alasan keterlambatan karena Sultra memiliki banyak atlet potensial, selain delapan orang yang berada di Pelatnas. Makanya, butuh banyak waktu untuk melakukan seleksi semua pedayung. “Namun, untuk lebih jelasnya, kami juga akan menyurat ke PODSI, supaya melampirkan alasan jelas kenapa atlet yang mengikuti Pra PON dan Pelatda selama satu bulan itu tidak dimasukkan sebagai atlet definitif,” tutupnya. (helson)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top