15 Izin Importir Dibekukan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

15 Izin Importir Dibekukan

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Dokumen Angka Pengenal Impor (API) 15 perusahaan yang ada di Sultra dibekukan. Izin impor ini lebih disebabkan kelalaian perusahaan mengurus penyesuaian dokumen API. Hingga batas akhir masa register, dokumen yang menjadi syarat utama mengimpor barang dari luar negeri tak diajukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BKPMD-PTSP) Sultra.

Bila merujuk pada ketentuan, pihak kepabeanan dalam hal ini Bea Cukai berhak menolak memberikan izin impor. Apalagi dokumen API yang dilampirkan belum disesuaikan. Penegasan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 70 tahun 2015. “Tidak semua importir mengajukan dokumen API. Dari 30 perusahaan yang ada di Sultra, hanya 50 persen yang merespon. Padahal pemerintah sudah berupaya agar perusahaan tergerak untuk meregister dokumennya. Tidak hanya melalui surat, namun juga melalui telepon,” kata Kepala BKPMD-PTSP Sultra, H Masmuddin Husain, Senin (25/7/2016).

Dengan pembekuan ini kata mantan Wakil Bupati Konawe, secara otomatis izin impor yang dikantongi perusahaan tidak bisa dipergunakan lagi. Bukan hanya sanksi pembekuan, pengusaha yang ingin mengurus izin impor tidak bisa lagi menggunakan nama perusahaan lama sebab masuk dalam daftar merah pemerintah. Permohonan izinnya akan ditolak. Terkecuali yang bersangkutan menggunakan nama perusahaan lain. Hanya saja, prosesnya harus dimulai dari awal. Pengusaha wajib melangkapi persyaratan seperti akta perusahaan, NPWP, izin operasi, tenaga ahli hingga rencana estimasi impor. (Amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top