Waspada! 200 Juta TKA Asal Tiongkok Bakal Serbu Indonesia – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Waspada! 200 Juta TKA Asal Tiongkok Bakal Serbu Indonesia

ILUSTRASI PEKERJA. DOK/JAWAPOS

ILUSTRASI PEKERJA. DOK/JAWAPOS

kendaripos.fajar.co.id,BATAM – Indonesia perlu lebih mewaspadai keberadaan perusahaan asing yang menjalankan bisnisnya di dalam negeri.

Sebab perusahaan luar itu juga bakal memboyong tenaga kerjanya dari luar. Sehingga ini bakal mempersempit ruang bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tuan rumah di negera sendiri.

Terlebih dari Tiongkok yang memiliki program khusus terhadap warga negaranya yang bakal menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Anggota Komisi IX DPR, Marwan mengatakan, dari informasi yang didapatkan Tiongkok menargetkan 200 juta penduduknya masuk Indonesia.

“Kondisi ini membuka peluang, masuknya tenaga kerja yang kemudian ilegal,” ujar Marwan yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (24/7/2016).

Salah satu tenaga kerja asing ilegal yang bakal menyusup itu adalah mantan narapidana di negara tersebut.

Dia menyebutkan cara masuknya TKA asal Tiongkok itu belum tentu masuk secara resmi. Sehingga dikhawatrikan akan adanya yang TKA ilegal. Modusnya menggunakan visa kunjungan wisata. Sehingga mereka hanya tercatat sebagai wisatawan mancanegara (Wisman).

Mereka menyasar dulu daerah wisata, seperti Bali dan lantas bergerak ke daerah lain yang menampung tenaga kerja asing. Jumlahnya pun mengangalahkan wisman asal Australia, Jepang maupun Korsel.

“Isu yang menyesakkan dada, karena yang dikirim itu para napi dari China  Mantan-mantan napi di China dikirim ke Indonesia, jadi buruh. Kan harusnya TKA tidak bisa jadi tenaga teknis,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menyebutkan, di Batam banyak TKA yang bekerja di perusahaan swasta milik asing.

Dari 6600 perusahaan, pihaknya mendapati dua perusahaan yang mempekerjaan TKA secara ilegal. “Namun TKA itu sudah dikeluarkan dan dikembalikan ke negara asal. Selebihnya memiliki izin,” terang Amsakar. (JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top