Bom ISIS Meledak Saat Demonstrasi, 61 Tewas, 207 Terluka – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Bom ISIS Meledak Saat Demonstrasi, 61 Tewas, 207 Terluka

Sejumlah pria menggotong salah satu korban bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, kemarin (23/7). foto:reuters

Sejumlah pria menggotong salah satu korban bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, kemarin (23/7). foto:reuters

kendaripos.fajar.co.id,KABUL— Dua bom bunuh diri mengguncang Kota Kabul, Afghanistan, Sabtu (23/7/2016). Bom meledak di tengah kerumunan kaum Hazaras yang sedang memprotes proyek listrik.

Ribuan orang pontang-panting menyelamatkan diri. Sedikitnya 61 nyawa melayang dalam insiden yang diklaim dilakukan militan Negara Islam alias Islamic State (ISIS).

’’Korban tewas menjadi 61 orang. Sedangkan sekitar 207 yang lain terluka,’’ terang Mohammad Ismail Kawoosi, Jubir Kementerian Kesehatan Afghanistan.

Jumlah korban bisa bertambah. Sebab, ada banyak korban yang mengalami luka parah. Sementara proses evakuasi korban dari lokasi kejadian juga belum selesai.

Investigasi awal menyebutkan bahwa insiden terburuk di ibu kota Afghanistan sepanjang 2016 itu disebabkan dua bom. Polisi sempat menuding Taliban berada di balik insiden maut tersebut.

Sebab, belum lama ini mereka mendeklarasikan perang terhadap pemerintah. Mereka berjanji akan lebih rajin melancarkan serangan.

Namun, tudingan itu langsung ditepis Zabihullah Mujahid, Jubir Taliban. Dalam pernyataan tertulis, Taliban menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam insiden tersebut.

’’Serangan itu dilancarkan oleh kelompok musuh,’’ tandasnya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Tidak lama kemudian, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menarget kaum Hazaras yang sebagian besar adalah penganut Syiah tersebut.

Dalam hitungan jam, seluruh rumah sakit di ibu kota Afghanistan itu sibuk menangani korban. Beberapa rumah sakit bahkan kehabisan stok darah.

Melalui media sosial, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darah demi keselamatan para korban yang terluka. Sementara itu, ambulans bolak-balik dari lokasi kejadian ke rumah sakit untuk mengangkut mereka yang terluka.

Saat serangan terjadi, ribuan penduduk yang tinggal di Provinsi Bamiyan sedang berunjuk rasa. Mereka mendesak pemerintah mengalirkan listrik ke wilayahnya.

Selama ini penduduk yang sebagian besar adalah kaum Hazaras itu hidup serba kekurangan. Termasuk, kekurangan asupan listrik. Padahal, wilayah mereka dilewati kabel listrik yang menjadi proyek bersama pemerintah dengan tiga negara lainnya.

Presiden Ashraf Ghani langsung menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Apalagi, ada sejumlah petugas keamanan yang menjadi korban.

’’Berunjuk rasa adalah hak seluruh warga. Karena itu, pemerintah menyediakan petugas untuk mengamankan mereka. Tetapi, teroris mengacaukan semua itu,’’ sesal dia. Presiden berjanji akan mengusut insiden tersebut hingga tuntas.

Kemarin serangan maut di Kabul itu juga menuai reaksi keras dari Amnesti Internasional (AI). Lewat pernyataan resmi, AI mengecam ledakan bom yang menewaskan banyak warga sipil tersebut.

’’Ini peringatan bahwa konflik di Afghanistan belum reda,’’ tandas kelompok tersebut. (jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top