Jaksa Bidik Pengeruk Emas Bombana – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Jaksa Bidik Pengeruk Emas Bombana

Petinggi Kejati Sultra saat bersiarah ke TMP Watubangga, Kota Kendari, Kamis (21/7/2016)

Petinggi Kejati Sultra saat bersiarah ke TMP Watubangga, Kota Kendari, Kamis (21/7/2016)

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Sugeng Djoko Susilo S.H MH memiliki harapan agar di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-56, ini institusi tempatnya mengabdikan diri bisa dipercaya dan dicintai rakyat. Adanya kepercayaan dan cinta dari publik luas itu akan menjadikan aparat kejaksaan bisa terus meningkatkan profesionalitas dalam mengemban dan menjalankan tugas negara, termasuk dalam menegakan supremasi hukum di bidang pemberantasan korupsi. “Termasuk tentu saja dalam penegakan hukum dan menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” kata Sugeng, saat bersuiarah ke taman makam pahlawan Watubangga, Kamis (21/7/2016).

Salah satu kabar menarik yang disampaikan Kajati di ulang tahun Adhyaksa tahun ini adalah soal kinerja terbaru jajarannya dalam menegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi. Jaksa saat ini ternyata tengah membidik direktur perusahaan tambang yang sudah mengeruk emas di Bombana, tapi tak mau menunaikan kewajibannya, membayar pajak dan royalty kepada daerah.

Kasus ini sungguh akan menarik karena menuntut keberanian dari jajaran Adhyaksa. Soalnya, jika ini berjalan normal, maka penyidikan akan mengarah kepada mantan pimpinan PT Panca Logam Makmur (PLM) yakni RJ Soehandoyo, yang pernah jadi Kepala Pusat Peneragang (Kapuspen) Kejagung. Tentu akan ada pertarungan nurani dan profesionalitas terkait hal itu, yang akan disidik adalah mantan kolega sejawat.

Jaksa menemukan tindakan melawan hukum pada perusahaan tersebut yakni tak melakukan pembayaran royalti kepada pihak Pemerintah daerah (Pemda) Bombana sejak tahun 2010 sampai dengan Tahun 2015. Sejumlah saksi yang pernah diperiksa memperkuat bahwa perusahaan tersebut melanggar. Sayangnya jaksa masih enggan menyebut bahwa direktur perusahan itulah tersangkanya. Mereka mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti kuat dokumen terkait tunggakan pembayaran Royaltinya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Sugeng Djoko Susilo S.H MH membenarkan adanya persoalan itu. Sugeng tak tangung-tanggung bahwa sudah adanya calon tersangka yang dia gadang-gadang. Mengenai sudah berapa saksi yang telah diperiksa?, Sugeng tak berkomentar. Yang terpenting kata dia, sudah ada calon tersangkanya. “Kami masih selidiki kasus ini. Saya harap teman-teman media tunggu saja. Intinnya sudah ditemukan tindakan melawan hukum dalam kasus itu,” kata Sugeng saat temui usai menggelar upacara di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kendari.

Asisten Pidana Khusus Kejati, Ramel Jesaja S.H turut membenarkan kasus tersebut. Dia mengaku masih menyelidiki beberapa saksi, termasuk dua direktur perusahannya. Jumlah kerugian negara kata dia sudah bisa ditaksir bisa mencapai Rp 20 Miliar karena tak membayar Royalti.

Untuk diketahui kasus ini sudah lama mengendap di Kejati Sultra. Untuk perusahaan PT Panca Logam Makmur telah melakukan tindakan pelanggaran pidana karena tak membayar Royalti kepada Pemda Bombana sejak Tahun 2010 dengan kisaran Rp 8 Miliar lebih. Perusahaan lainnya diduga adalah PT Panca Logam Nusantara, yang saat ini masih beroperasi. Kedua perusahaan ini telah beroperasi sejak lama dan mengahsilkan pendapatan produksi emas yang sangat besar.(kendaripos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top