Indahnya Permandian Air Panas Wawolesea, Sulawesi Tenggara – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Indahnya Permandian Air Panas Wawolesea, Sulawesi Tenggara

Wartawan kendaripos.fajar.co.id dengan latar air panas Wawolesea

Wartawan kendaripos.fajar.co.id dengan latar air panas Wawolesea. Foto:Erick Tulak

kendaripos.fajar.co.id,WANGGUDU—-Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sejumlah objek wisata alam andalan, yang keindahannya begitu menakjubkan. Salah satu diantaranya adalah, permandian air panas Wawolesea atau yang populer dengan sebutan Wales di Kecamatan Wawolesea, kecamatan baru yang mekar dari Kecamatan Lasolo sepuluh bulan lalu.

Permandian air panas Wales begitu mudah dijangkau. Dari Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara,  jarak ke lokasi permandian hanya sekitar 80 KM, dan 20 km dari Kecamatan Wanggudu, ibukota Kabupaten Konawe Utara.  Apalagi, jalan poros Kendari-Wanggudu terbilang mulus, sehingga bisa cepat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Dari jalan poros ke permandian air panas Wales hanya sekitar 200 meter.

Di permandian air panas, kelelahan pengunjung selama diperjalanan akan langsung terbayar dengan keindahan pemandangan alam yang begitu indah. Bentuknya menyerupai teras sering persawahan, namun berisi air panas. Pada teras sering pertama airnya relatif lebih dingin, selanjutnya hangat dan relatif panas. Di atas tempat yang menyerupai kolam raksasa yang diukir tersebut terdapat  sumber air panas, dimana airnya terlihat gelembung gelembung besar dan uapan air panas.

Tak hanya itu, di sisi Timur dari kolam air panas alami itu juga terdapat tempat lainnya. Bentuknya menyerupai pantat perahu yang terbalik. Ada juga cerita rakyat terkait bentuk batu yang menyerupai pantat perahu itu yang dikaitkan dengan sejarah kerajaan Wawolesea. Kabarnya, Raja Wawolesea yang dikenal berani dan disegani kerajaan sekitarnya yang meliputi Kerajaan Padangguni, Luwuk Banggai menikahi anaknya sendiri, sehingga dikutuk menjadi batu berbentuk perahu.

Sisi lain tempat permandian air panas Wawolesea, yang berhadapan dengan Laut Banda.

Sisi lain tempat permandian air panas Wawolesea, yang berhadapan dengan Laut Banda.

“Banyak pengunjung datang berobat di tempat ini, karena kandungan belerangnya efektif untuk mengobati penyakit kulit. Kawasan ini saja luasnya lebih dari 30 hektar, namun belum keseluruhan dibuka. Potensi luas keselurahan ada 300 hektar,” kata Abdul Halik, Camat Wawolesea.

Di lokasi, pemerintah setempat juga telah membangun jalan setapak, sehingga dari satu tempat permandian ke tempat lainnya mudah di jangkau, Sejumlah anjungan tempat peristrahatan pengunjung juga telah berdiri.

Tempat parkiran pengunjung pun telah tertata dan cukup luas. Ada anjungan yang cukup besar, yang digunakan kepala daerah dalam melakukan pertemuan atau menerima kunjungan para tamu. Seperti Kamis (21/7/2016), Bupati Konut, Ruksamin bersama Wakilnya Raup menerima kunjungan Direktur Jenderal Dirjen PPMD Kemendes PDTT, Prof Ahmad Erani Yustika.  (sawal)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top