Drainase tak Maksimal, Air Hujan Tergenang – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Drainase tak Maksimal, Air Hujan Tergenang

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengeluarkan himbauan pada seluruh warga metro untuk bersiaga terhadap banjir dan tanah longsor. Beberapa kelurahan justru sudah mendapat perhatian serius tiap kali curah hujan turun dengan intensitas tinggi. Terlebih bagi titik-titik yang fungsi drainasenya tidak maksimal, luapan air menjadi pemandangan jamak bagi masyarakat.

banjir di Panjaitan

Pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari membenarkan jika penyebab genangan air yang terjadi beberapa hari terakhir ini akibat fungsi drainase yang belum maksimal. Pesatnya laju pertumbuhan pemukiman warga membuat pemerintah sulit menyesuaikan pembangunan infrastruktur jalan dan drainase. “Kendari ini paling banyak saluran sekunder. Seharusnya dengan pertumbuhan pemukiman seperti sekarang, harus banyak-banyak primer yang luasnya di atas 1,5 meter,” jelas Kepala Seksi Drainase dan Air Bersih Dinas PU Kota Kendari, Rina Sakke, Selasa (19/7).

Namun masalahnya, lebih dulu padat penduduk kemudian peningkatan drainase. Pemerintah sudah berusaha meski dengan anggaran terbatas. “Makanya di area pemukiman baru di Anduonohu seperti di depan Citraland itu langsung dibangun saluran primer, sehingga 10 atau 20 tahun ke depan Insya Allah tetap masih aman dari ancaman banjir,” sambungnya.

Salah satu kawasan yang paling membutuhkan saluran primer karena telah lama menjadi langganan genangan air adalah Bundaran Pesawat Lepo-lepo. Berdasarkan pantauan PU, jalur drainase yang terbangun tidak maksimal mengarahkan air ke sungai Wanggu. Sehingga air yang mengalir dari kompleks pemukiman dan pertokoan sekitar tidak mampu lagi dibendung oleh sistem pengaliran air hingga akhirnya meluap ke jalan. “Kita tidak dalam posisi menyalahkan pihak lain karena itu proyek mereka. Tetapi kenyataannya, sistem drainasenya memang terlalu kecil untuk kapasitas air. Sehingga tiap hujan akan selalu ada genangan,” tambahnya.

Titik lain genangan dalam kota lanjut Rina ada di Mandonga dan Kendari Barat. “Kalau yang di jalan Malik (Mandonga) jaringan drainasenya sudah bagus, hanya terkadang bersamaan dengan air pasang di Teluk, tetapi itu tidak berlangsung lama. Sementara di Kendari Barat masalahnya itu air permukaan selalu membawa material kasar dari gunung, kemudian memenuhi drainase bahkan badan jalan, makanya kami terus berkoordinasi dengan pihak lain untuk bekerja sama termasuk dengan masyarakat,” tutupnya. (b/ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top