BI Perkuat Data Sistem Informasi Debitur – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

BI Perkuat Data Sistem Informasi Debitur

Dian Nugraha

Dian Nugraha

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra bersama Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Laporan Kantor Pusat BI, perkuat kualitas Data Sistem Informasi Debitur (SID) bagi bank yang beroperasi di Sultra. Hal tersebut dilaksanakan dalam bentuk workshop yang diikuti 24 Pimpinan Cabang Bank Umum dan 10 Pimpinan BPR yang merupakan pelapor SID di Sultra.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Dian Nugraha menyampaikan, BI telah menerapkan sebuah sistem yang bertujuan mengelola data seluruh nasabah perbankan di Indonesia. SID akan menyajikan informasi mengenai riwayat kredit seseorang di dunia perbankan dan juga lembaga keuangan lainnya. SID akan membantu bank dan lembaga pembiayaan lainnya untuk menentukan layak atau tidaknya seorang debitur.

“Dengan sistem tersebut kita bisa memilih debitur yang berhak untuk menerima atau menggunakan layanan keuangan perbankan dan lembaga pembiayaan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai macam kemungkinan yang bisa saja mengganggu kinerja perbankan dan juga lembaga pembiayaan tersebut,” ungkapnya.

Kendati demikian, dalam implementasi dari SID masih menemui beberapa kendala. Diantaranya adanya kesalahan pelaporan data lunas, laporan bank tidak benar, dan debitur tidak terkait dengan kredit yang dimaksud. Selain itu, nomor identitas debitur tercampur, serta adanya pihak yang menggunakan nama seseorang untuk disalahgunakan dalam kredit (fraud). “Olehnya itu dengan kegiatan ini, permasalahan-permasalahan yang timbul dapat terselesaikan,” ujarnya.

Direktur Departemen Pengelolaan dan Keatuhan Laporan Kantor Pusat BI, Maurids H. Damanik menjelaskan, penyelenggaraan SID merupakan bagian dari rencana strategis BI untuk memperkuat infrastruktur sistem keuangan Indonesia. Secara khusus SID bertujuan meminimalkan assymetric information dalam penyediaan dana antara debitur dan kreditur, serta menunjang terciptanya sound credit culture di Indonesia.

“Pelaporan SID bukan merupakan pelaporan biasa karena pelaporan SID tidak hanya berisifat satu arah tetapi dua arah. Data yang dilaporkan oleh Pelapor, digunakan lagi oleh Pelapor sebagai salah satu sumber informasi bagi Bank saat melakukan analisa kelayakan kredit,” ungkapnya.
Pengguna informasi yang dihasilkan SID juga tidak terbatas pada Bank dan Non Bank sebagai pelapor data, melainkan juga debitur dan pihak lain yang diatur UU. Olehnya itu ketidakakuratan data laporan SID akan mempertinggi risiko hukum dan reputasi baik bagi pelapor sendiri maupun BI sebagai penyelenggara.

“Beberapa contoh tuntutan debitur adalah pencemaran nama baik. Selain itu, hilangnya kesempatan serta prospek bisnis akibat ditolaknya pengajuan kredit di bank atau lembaga lain,” katanya.

Berdasarkan hasil identifikasi pada kegiatan pembersihan data SID sebelumnya, ada beberapapenyebab permasalahan kualitas data SID. Secara umum kekurangpahaman petugas akan ketentuan pengisian data SID. Selain itu human error, awareness manajemen atas kepentingan dan risiko laporan SID serta kelemahan aplikasi bantu yang digunakan untuk pelaporan SID. (yusup)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top