ASTAGA! Kubu Dokter Minta PSU Lagi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

ASTAGA! Kubu Dokter Minta PSU Lagi

Inilah pasangan yang menang Pilkada dan Menang PSU. Keduanya menunggu putusan MK

Inilah pasangan yang menang Pilkada dan Menang PSU. Keduanya menunggu putusan MK

kendaripos.fajar.co.id.JAKARTA—Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHPKada) Muna berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) sekira pukul 15.30 WIB, Selasa (19/7). Semua pihak baik KPU, pasangan calon maupun Panwaslu melaporkan hasil pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid II Muna. KPU menyampaikan laporannya dalam persidangan tersebut bahwa pasangan calon LM Rusman Emba-Malik Ditu unggul 33 suara.

Lanjutan sidang sengketa Pilkada Muna itu dipimpin oleh Ketua MK Arif Hidayat sebagai Ketua Majelis Hakim. Majelis hakim yang hadir berjumlah tujuh orang. Persidangan berlangsung lancar dan tertib. Pada persidangan tersebut, LM Rusman Emba terlihat hadir, sementara LM Baharuddin-La Pili hanya diwakili oleh para kuasa hukumnya.

Pada persidangan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Arif Hidayat memberikan kesempatan kepada semua pihak menyampaikan laporan hasil PSU jilid II Muna yang diselenggarakan 19 Juni 2016. Komisioner KPUD Muna, Andi Arwin memberikan laporan pertamanya mewakili pihak termohon. Andi Arwin mengungkapkan, meski terdapat kejadian-kejadian saat pelaksaan PSU, namun pada prinsipnya PSU jilid II telah berjalan baik dan sesuai dengan aturan. Prosesnya sendiri telah mendapatkan pengawalan ketat dari berbagai pihak. “KPU RI, Bawaslu RI, KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi, tim pasangan calon, LSM, TNI, POLRI dan juga masyarakat memantau proses PSU teraebut,” ungkapnya.

Suleman Loga, juga komisioner KPU Muna menambahkan, akumulasi total suara Pilkada Kabupaten Muna dihitung pada 321 TPS. Hasil pemungutan suara pada 319 TPS ditambah dengan hasil PSU jilid II TPS 4 Wanponiki dan TPS 4 Raha 1. “Tim pasangan nomor urut 1 (LM Rusman Emba-Malik Ditu) memperoleh 47.587 suara, pasangan nomor urut 2 (La Ode Arwaha Adi Saputra-La Ode Samuna) memperoleh 5.381 suara dan pasangan nomor urut 3 (LM Baharuddin-La Pili) memperoleh 47.554 suara,” jelasnya.

“Dengan demikian, sementara waktu pasangan nomor urut 1 menang Pilkada serentak tahun 2015 di Muna dengan selisih 33 suara. Kami serahkan semuanya kepada MK. Kami berharap keputusan terbaik yang diambil oleh MK,” imbuh Suleman Loga.

Sementara itu, pihak terkait yakni pasangan nomor urut 3 LM Baharuddin-La Pili melalui kuasa hukumnya Imam Nasef dalam petitumnya meminta agar MK memutuskan, kembali menggelar PSU jilid III di TPS 4 Wamponiki. Pihak terkait mengklaim, PSU jilid II pelaksanaannya jauh lebih buruk daripada PSU sebelumnya. “Masih terjadi mobilisasi massa, pemilih ganda dan intimidasi pasangan calon nomor urut 1 kepada KPUD Muna,” ungkap Imam Nasef saat persidangan, di Jakarta, Selasa (19/7).

Berdasar fakta yang dimiliki oleh tim pemenangan pasangan no urut 3, kata Imam, pihaknya meminta majelis hakim MK mendiskualifikasi pasangan Rusman-Malik. “Kalau tidak, kami minta untuk dilakukan PSU lagi. Namun, jika majelis hakim berpandangan lain, mohon putusan seadil-adilnya,” pintanya.

Sedangkan kuasa hukum pasangan LM Rusman-Malik Ditu, Sira Prayuna mengaku tak akan banyak mengomentari soal laporan PSU jilid II di Muna. “Sebagian besar apa yang dilaporkan KPU sama dengan pihak pemohon (pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu). PSU berjalan baik dan semua sudah sesuai aturan,” katanya.

Bawaslu ikut memperkuat laporan KPU dalam persidangan tersebut. ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu menilai proses PSU jilid II di Muna berjalan dengan baik. “Proses keseluruhan berjalan dengan baik meski ada sedikit temuan baru dari Bawaslu. Temuan baru tersebut adalah hasil penelusuran laporan dari salah satu pasangan calon mengenai 4 orang yang memilih di TPS 4 Wanponiki namun bukan warga Muna. Kami akan serahkan jika berkenan. Ini baru karena, kami baru menyelesaikannya. Laporannya pun dilaporkan setelah 7 hari pelaksanaan PSU,” ungkap Hamiruddin Udu.

Sementara itu calon Bupati Muna Rusman Emba yang hadir mengaku optimis memenangkan persidangan tersebut. “Kita bisa lihat sendiri tadi persidangan. Fakta-fakta di lapangan juga bisa kita ketahui. Jadi saya optimis,” katanya.

Mantan anggota DPD RI ini juga berharap MK segera memberikan solusi atas permasalahan Pilkada di Muna. “Kita berharap MK memutuskan sesuai fakta-fakta di lapangan. Tentunya juga berharap putusan tersebut segera diputuskan,” harapnya.

Usai menerima laporan semua pihak, Arif Hidayat menutup persidangahn. “Kami sudah mendengar semua laporannya. Kami akan menginformasikan kepada semua pihak terkait jadwal persidangan berikutnya,” ujar Arif Hidayat menutup sidang PHPKada Muna, kemarin. (yogi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top