La Bakry Pilih Pensiun Dini, Mansyur Amila Mengaku Sudah Ajukan Mundur – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

La Bakry Pilih Pensiun Dini, Mansyur Amila Mengaku Sudah Ajukan Mundur

Mansyur Amila

Mansyur Amila

La Bakry

La Bakry

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Pj Bupati Buton Tengah (Buteng) Mansyur Amila dan Wakil Bupati Buton La Bakry mengklaim telah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka mengajukan surat pengunduran diri itu karena menjadi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) di Sultra.

La Bakry sedikit lebih terbuka terkait pengajuan pengunduran dirinya ketimbang Mansyur Amila. La Bakry terpilih menjadi Ketua DPD PAN Buton. Ia memilih mengajukan surat permohonan pensiun dini (bukan pengunduran diri, red). La Bakry mengaku menyerahkan langsung permohonannya itu ke Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), pekan lalu. “Usulan saya (permohonan pensiun dini, red) telah diserahkan. Saya lupa tanggal berapa tepatnya. Tapi usulannya, telah saya serahkan pekan lalu. Saya maklumi, banyak yang belum tahu. Sebab suratnya saya serahkan langsung ke Rektor IPDN,” beber La Bakry, Wabup Buton disela-sela Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pemda se-Sultra di Kendari, Senin (18/7/2016).

Selaku aparatur pemerintah, ia mengaku telah memenuhi persyaratan untuk mengajukan pensiun dini. Apalagi dengan masa kerja di pemerintahan yang mencapai 30 tahun plus umur yang menginjak 50 tahun. Bila mengacu pada UU Aparatur Sipil Negara (ASN) nomor 5 tahun 2014, persyaratannya telah terpenuhi. “Untuk mengajukan pensiun dini, masa kerja minimal 20 tahun dan usia 50 tahun. Kedua kriteria ini telah terpenuhi. Secara lisan, surat pengajuannya telah disetujui. Namun keputusan akhirnya tinggal menunggu prosesnya,” katanya.

Keputusan pensiun dini dari PNS telah bulat pasca menerima mandat menjadi Ketua DPD PAN Buton. Setelah melengkapi berkas yang diperlukan, surat pengusulannya langsung diserahkan. Ia berharap Surat Keputusan (SK) pensiun dininya bisa diterbitkan sebelum masa penetapan calon. Dengan begitu, ia bisa berkonsentrasi menghadapi Pilkada Buton tahun 2017 mendatang. “Bukan hanya mundur sebagai PNS, namun juga sebagai Wakil Bupati. Dalam aturan terbaru, saya harus ikut mundur. Tapi nanti pada tahun 2017. Kalau UU lama, tidak berhenti atau mundur dari PNS tetapi hanya berhenti dari jabatan,” katanya.

Berbeda dengan Mansyur Amila masih terkesan tertutup. Kendati mengaku telah mengusulkan surat permohonan mundur, ia enggan menyebutkan waktu pengajuannya termasuk jalurnya. Apakah pengusulannya melalui jalur BKD atau Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dengan berbagai alasan, ia mencoba menghindari pertanyaan wartawan. Ia hanya menyatakan berulang-ulang surat pengunduran dirinya telah diserahkan. “Maaf, nanti sajalah. Saya belum mau berkomentar. Saya ingin fokus mempersiapkan laporan evaluasi. Yang pastinya, surat pengusulannya mundur telah diserahkan,” tandasnya. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top