Duh, Rutan Kolaka Over Kapasitas – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Duh, Rutan Kolaka Over Kapasitas

 

kendaripos.fajar.co.id. KOLAKA-Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kolaka sepertinya sudah cukup sesak untuk menampung warga yang terlibat masalah hukum. Pasalnya, jumlah warga binaan saat ini sudah melebihi kapasitas maksimal dari rutan itu. Saat ini Rutan Kolaka memiliki 278 warga binaan. Padahal daya tampung rutan tersebut maksimal hanya 117 orang.

images

Hal itu disampaikan oleh Kepala Rutan Kelas II B Kolaka, Herry Muhammad Ramdan.
Ia mengungkapkan, Rutan Kolaka saat ini memiliki 10 kamar tahanan. “Kamar kecil itu yang harusnya dihuni tiga orang, tapi sekarang dihuni sembilan orang. Sedangkan kamar besar maksimal 15 orang, tapi kenyataannya ada yang sampai 33 orang,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas itu, kata Herry pihaknya berencana akan memindahkan beberapa warga binaannya ke Rutan Unaaha dan Lapas yang ada di Kendari. “Dalam waktu dekat ini kami akan pindahkan sepuluh orang ke Rutan Unaaha dan Lapas Kendari. Alasannya karena di Rutan Unaaha belum over kapasitas. Sedangkan di Lapas Kendari itu karena memang hukumannya agak berat, jadi dibawa ke Lapas,” jelasnya.

Selain kamar tahanan yang over kapasitas, Rutan Kolaka juga belum memiliki kamera pemantau atau CCTV. Olehnya itu, pihaknya telah melakukan pengusulan pengadaan kamera CCTV. ” Satupun tidak ada kamera CCTV di Rutan Kolaka. Olehnya itu kami telah mengusulkan pengadaan kamera CCTV untuk ditempatkan di 16 titik. Namun, hingga kini belum terealisasi,” bebernya.

Herry menuturkan, dengan tidak mendukungnya sarana dan prasarana yang ada di Rutan Kolaka, maka untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Rutan Kolaka, pihaknya hanya mengandalkan sistem manual. Salah satu hal yang diantisipasi terjadi di rutan adalah peredaran narkoba.

“Selain CCTV, kami juga tidak mempunyai alat mendeteksi narkoba. Jadi untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba, kami hanya lakukan secara manual yaitu dengan memeriksa setiap pengunjung sebelum dan sesudah membesuk dan juga warga binaan yang ada di dalam rutan setelah dibesuk,” tuturnya. (fad/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top