Di Kabaena, Jalan Dikerja Awal Puasa, Rusak Jelang Lebaran – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Bombana

Di Kabaena, Jalan Dikerja Awal Puasa, Rusak Jelang Lebaran

Wakil Bupati Bombana, Hj Masyura  meninjau jalan yang baru  berumur 20 hari, tetapi sudah rusak di kabaena, Bombana.

Wakil Bupati Bombana, Hj Masyura meninjau jalan yang baru berumur 20 hari, tetapi sudah rusak di kabaena, Bombana.

kendaripos.fajar.co.id,KABAENA—Hj Masyhura Ila Ladamay kesal bukan main. Wakil Bupati Bombana ini seperti tak percaya melihat kondisi jalan aspal di sepanjang jalur Desa Puu’nunu dan Desa Pongkalaero, Kabaena Selatan. Alih-alih hitam mulus, aspal yang dikerja awal Ramadan itu sudah kembali rusak setelah usianya 20 hari. Bukannya menjadi lebih baik, kondisinya malah lebih parah dari sebelum diaspal. Bebatuan yang jadi lapisan jalan sudah terhamburan. Permukaan tanah bahkan terlihat kembali.

Masyhura lebih murka lagi karena setelah dicek, proyek pengerjaan jalan itu tak punya papan proyek. Ia pun tak bisa tahu siapa kontraktor dan berapa anggaran pekerjaan amburadul itu. “Masyarakat mengeluh sama saya, jalan mereka bukannya bagus malah tambah parah. Kontraktornya harus tanggung jawab ini,” tukas Wabup Bombana itu, saat meninjau proyek itu, sehari sebelum Idul Fitri, awal Juli lalu.

Saat mengunjungi kondisi jalan tersebut, ia ditemani Camat Kabaena Selatan, Syamsul Hidayat. Ironisnya, camat pun tak tahu siapa yang mengerjakan proyek tersebut karena tak pernah ada koordinasi dengannya, termasuk memasang papan proyek. “(Saat) Puasa jalan ini dikerja, tapi sudah rusak. Kebetulan ini tidak hujan, kalau saat hujan, malah kondisinya berlumpur. Adakah jalan aspal yang berlumpur, hanya di Pongkalaero kayaknya seluruh Indonesia yang begini,” sindirnya.

Yang menarik adalah sikap Kepala Desa Puu’nunu, Sahluddin yang terkesan pasrah dengan proyek di desanya itu. Ia tak punya keberanian melarang para pekerja melanjutkan pengaspalan di kampungnya, meski kondisnya rusak. “Katanya, nanti dikeruk ulang ini jalan baru dikerja kembali sama kontraktor,” katanya tanpa pernah tahu siapa penanggung jawab proyek yang masuk di kampungnya itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Bombana, Man Arfa mengatakan, dirinya sudah mendapatkan informasi jika sebagian ruas jalan di Kabaena sudah rusak. Atas persoalan tersebut, Man Arfa mengaku akan memberikan perhatian serius termasuk tidak akan menerima hasil pekerjaannya jika tidak segera dilakukan perbaikan.”Memang ada aspal yang mulai rusak. Kondisi ini salah satunya disebabkan seringnya kendaraan tambang bolak balik di jalur itu,” katanya.

Mantan kepala BKD Bombana ini menuturkan, kerusakan pengaspalan jalan di Kabaena masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan, apalagi sampai saat ini, proyek senilai Rp 15 Milyar itu kontraknya masih sementara berjalan alias belum berakhir.
“Proyek tersebut merupakan multiyears dan masih terus digenjot pekerjaannya. Karena belum selesai dikerjakan, segala kerusakan masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum menambahkan, proyek jalan di Pongkalaero dikerjakan PT Billajeng. Paket ini merupakan proyek tahun jamak dengan anggaran sekitar Rp 15 Milyar dengan volume pekerjaan sekitar 19 kilometer. Jarak 19 kilometer itu membentang dari Kabaena Selatan ke Kecamatan Kabaena, dari Desa Pongkalaero, Puununu, Batuawu, Lengkema dan Berakhir di Teomokole. (KENDARIPOS)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top