Kisruh Vaksin Palsu Meluas, Dokter Jadi Sasaran Penganiayaan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Kisruh Vaksin Palsu Meluas, Dokter Jadi Sasaran Penganiayaan

 Screencapture Twitter Kisruh Vaksin Palsu Meluas, Dokter Malah Jadi Sasaran Penganiayaan

Screencapture Twitter
Kisruh Vaksin Palsu Meluas, Dokter Malah Jadi Sasaran Penganiayaan

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA – Kisruh vaksin palsu melebar. Masyarakat yang marah malah melampiaskan ke dokter yang bertugas memberikan pelayanan.

Kejadian itu diungkap Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Melalui akun di Twitter beberapa jam yang lalu, IDI mengungkap dokter Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Mutiara Bunda di Jalan H Mencong Ciledug, Kota Tangerang telah dianiaya.

“Di RSIA Mutiara Bunda Ciledug, yang menerima vaksin apotek, tapi yang dianiaya dokter,” demikian kicau @PBIDI.

Sambil memposting foto yang diduga diambil dari koran, IDI juga menggunakan #LindungiDokter untuk menyerukan kepada masyarakat agar mengedepankan asas praduga tak bersalah serta tidak berbuat semena-mena.

Menyikapi penganiayaan ini, IDI mengeluarkan 11 pernyataan sikap terhadap vaksin palsu yang mengarah kepada penganiayaan dokter. (jpg)

Berikut 11 Pernyataan Sikapnya: 

1. PB IDI mendesak aparat penegak hukum untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia termasuk dokter.

2. Lindungi dokter dari perbuatan semena-mena serta menegakkan sanksi hukum bagi semua pelanggaran.

3. Meminta semua pihak untuk mengedepankan azas praduga tidak bersalah.

4. PB IDI akan menempuh langkah hukum untuk melindungi seluruh anggota IDI yang dianiaya.

5. Kejadian dicurigai terorganisir. Tiba-tiba ada 200an org mendatangi RS di malam hari.

6. Penganiayaan dokter dilakukan di dalam fasilitas kesehatan di saat jam pelayanan.

7. PB IDI tetap meminta aparat penegak hukum untuk menjamin keamanan para pemberi layanan publik khususnya dokter.

8. Menuntut pemerintah (Kemenkes/BPOM) untuk bertanggungjawab terhadap kondisi saat ini.

9. Kekisruhan yang mengarah kpd anarkisme terjadi pasca diumumkannya hasil investigasi.

10. Di RSIA Mutiara Bunda Ciledug, yang menerima vaksin Apotek, tapi yang dianiaya dokter.

11.Jika tidak segera ditangani,kondisi ini akan mempengaruhi pelayanan oleh dokter atau tenaga lain.

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top