Erdogan, Presiden Turki yang Pernah Dipenjara Gara-Gara Puisi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Erdogan, Presiden Turki yang Pernah Dipenjara Gara-Gara Puisi

Presiden Turki, RecepTayyip Edrogan

Presiden Turki, RecepTayyip Erdogan

kendaripos.fajar.co.id,ANKARA—Baru dua tahun memimpin Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan tak pernah menyangka kalau tampuk kepemimpinannya bakal digoyang.

Insiden kudeta militer yang terjadi Jumat (15/7/2016) malam menganggetkan rakyat Turki. Beruntung, aksi sekelompok tentara menggulingkan tahta Erdogan urung terjadi.

Berkait soliditas rakyatnya, Erdogan selamat dari kudeta. Lantas siapa sosok Erdogan?

Dilansir Wikipedia, pria kelahiran 62 tahun silam itu merupakan tokoh dan pimpinan partai Adalet ve Kalkgnma Partisi (AKP, atau Partai Keadilan dan Pembangunan).

Lewat partai inilah Erdogan terpilih menjadi presiden Turki sejak Agustus 2014.

Sebelumnya, Erdogan pernah menjabat Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003 hingga sekarang.

Pertama kali terjun ke dalam politik bersama Partai Keselamatan Nasional (Milli Selâmet Partisi) yang Islamis, di bawah pimpinan Necmettin Erbakan.

Setelah kudeta 1980, semua partai politik dibubarkan, tetapi para bekas anggota Partai Keselamatan Nasional kemudian mendirikan Partai Kesejahteraan (Refah Partisi) setelah demokrasi dipulihkan pada 1983.

Pada 1985 Erdogan menjadi ketua Partai Kesejahteraan di Provinsi Istanbul dan ikut serta dalam pemilihan wali kota untuk wilayah kosmopolitan Beyoglu di Istanbul tengah dan sebagai calon untuk Dewan Nasional Agung Turki beberapa kali pada akhir 1980-an.

Pada 1991, Partai Kesejahteraan melampaui ambang 10 persen yang dibutuhkan untuk memperoleh kursi untuk pertama kalinya di Dewan Nasional

Agung, dan Erdogan terpilih sebagai anggota parlemen dari Provinsi Istanbul, meskipun kursi ini kemudian dicabut oleh Komisi Pemilihan Pusat karena adanya sistem pemilihan yang berlaku saat itu.

Namun, dalam pemilu lokal pada 27 Maret 1994, Partai Kesejahteraan menjadi partai terbesar di Turki untuk pertama kalinya, dan Erdogan menjadi wali kota Istanbul Raya serta Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya.

Tiga tahun berselang, dia dipenjara pada 12 Desember 1997 karena puisinya yang bermasalah.

Setelah empat bulan di penjara, Erdogan mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) pada tanggal 14 Agustus 2001.

Dari tahun pertama, Partai AK menjadi gerakan politik terbesar yang didukung publik di Turki. Pada pemilihan umum tahun 2002, Partai AK memenangkan dua pertiga kursi di parlemen, membentuk pemerintahan partai tunggal setelah 11 tahun.(mam/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top