Griya Bahteramas Nasibmu Kini; Diresmikan Menteri, Hingga Rusak dan Berumput Belum Satupun Ditinggali – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Griya Bahteramas Nasibmu Kini; Diresmikan Menteri, Hingga Rusak dan Berumput Belum Satupun Ditinggali

Lokasi Griya Bahteramas yang telah dipenuhi semak

Lokasi Griya Bahteramas yang telah dipenuhi semak

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Ide berilian Gubernur Sultra, H Nur Alam membangun perumahan bagi pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Sultra dengan harga sangat terjangkau dibanding griya sejenis, sudah terwujud. Kini, hampir 1000 unit di Griya Bahteramas telah berdiri. Menteri Perumahan Rakyat di era Presiden SBY juga telah meresmikan tempat tersebut. Namun sayang, hingga kini tak satupun PNS yang menempati tempat tersebut. Kini sebagian perumahan telah rusak, semak belukar juga telah melebat di sekitar rumah. Ilalang apalagi, mengisi semua area kosong.

Kawasan perumahan yang selalu dipromosikan sebagai salah satu terobosan pembangunan di era pemerintahan Gubernur Nur Alam dan Wakilnya Saleh Lasata itu sebenarnya cukup mudah diakses. Pertama, melalui  Jalan Haluoleo, Kendari, tepatnya poros Kantor Gubernur Sultra, Nangananga dan jalur SMAN 5 Kendari menuju Nangananga. Hanya memang kondisi jalan masih dalam perintisan, namun terbilang luas dan layak.

Pantaun Kendari Pos di lokasi, Rabu (13/7/2016), memang tidak ada tanda-tanda kehidupan. Hanya terlihat jejeran rumah yang rapi namun dipenuhi ilalang, dan rumput-rumput yang merambati dinding rumah. Beberapa diantara bangunan itu sudah mengalami kerusakan, baik atap, rangka dan tembok yang keropos akibat serangan rayap. Kondisinya menghawatirkan, tidak ada perawatan pada rumah, bahkan kaca jendela rumah, ada yang sudah pecah dan ada pula yang kosong karena kemungkinan dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Semua lorong perumahan juga sudah dipenuhi rumput. Tinggal jalan utama yang melingkari perumahan BTN PNS itu yang masih terlihat. Infrastruktur perumahan itu kurang memadai, listrik belum masuk dan sumber air seperti PDAM ataupun sumur bor tidak nampak disemua rumah. Hal inilah yang mungkin membuat para PNS Pemprov tidak mau menghuni rumahnya.

Kawasan pemukiman terdekat dari perumahan PNS itu adalah perkampungan yang dikenal sebagai daerah eks Tapol. Salah seorang warga bernama Hendra, yang juga pernah menjadi kuli bangunan pada pembangunan perumahan Griya Bahteramas itu, mengungkapkan, kondisi sepi dan tak terurus di Griya Bahteramas itu sudah lama terjadi dan telah jadi pandangan biasa masyarakat eks tapol.

“Masalahnya kita ini, dari tahun ketahun sering lihat hutan. Jadi rumah dipenuhi rumput begini sudah pandangan biasa. Hanya kami herankan, masa sudah diberi rumah masih juga tidak mau tinggali. Padahal, kita saja yang diberi bantuan rumah papan, syukurnya luar biasa,” katanya menyindir.

Awal pembangunan perumahan itu kata Hendra, PNS sering kali meramaikan lokasi perumahan. Mereka menandai rumah masing-masing dengan tulisan nama di tembok rumah. Namun entah mengapa, kata Hendra, sudah hampir setahun setelah rampung tidak ada yang ditinggali. “Saya kerja di sini dulu. Mereka (PNS) datang cek-cek rumahnya, suruh kita kasih bagus-baguskan rumahnya. Hanya pas jadi tidak ada yang datang,” ungkapnya.

Amatan Kendari Pos, rumah-rumah untuk PNS itu memang dibangun dengan desain biasa. Temboknya dibangun dari susunan batako, untuk atap menggunakan genteng metal warna biru, sementara lantai hanya menggunakan lapisan semen halus. Tidak ada tegel. Kusen rumah tidak dicat dan hanya disambungkan dengan tembok seperti biasa. “Kita juga tidak tahu. Tapi dalam gambar yang diberikan disuruh bangun begitu,” ucap Hendra.

Sebenarnya sudah ada pengaspalan di lokasi perumahan itu. Hanya saja, aspal itu hanya membentang lurus dengan dua jalur sekitar 100 meter. Sementara untuk lorong-lorong pembatas rumah sementara dalam pengerasan.

Hendra juga mengungkapkan, karena kondisi rumah seperti itu, sering kali ia bersama warga Eks Tapol menyaksikan anak-anak muda, dengan pasangannya berkumpul hingga malam hari. “Banyak anak-anak duduk sore di jalan ini. Sampai malam, kadang juga pacaran mi juga dalam rumah. Makanya kalau tidak ditinggali mau dijadikan tempat apami ini perumahan,” herannya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, H  Nur Alam mengaku prihatin atas programnya pada pembangunan Perumahan Griya Bahteramas itu. Bagaimana tidak, areal perumahan seluas 20 hektar ini dibiarkan kosong dan tak berpenghuni. Sejak dibangun 3 tahun lalu. Menurut mantan Ketua DPW PAN Sultra ini, ide dan gagasan pembangunan rumah bagi PNS untuk menjawab rasa keprihatinan pemerintah terhadap pegawai yang belum memiliki kediaman.

“Makanya pemerintah berinisiatif membangun rumah bersubsidi dengan harga sangat murah. Hanya saja, setelah hunian dibangun, tak kunjung ditempati. Seharusnya, rumah yang telah dibangun ini sudah ditinggali,” kata Nur Alam. Ia pun mengeluarkan instruksinya kepada seluruh PNS yang telah dibangunkan rumahnya di perumahan Griya Bahteramas secepatnya dihuni.

Hal itu bisa membuat ramai seperti pemukiman lainnya. Menurutnya bila dibiarkan terlantar terus menerus maka kondisi bangunannya akan mudah rusak. “Saya minta bagi pegawai yang rumahnya telah dibangun segera ditempati. Kalau pun belum, paling tidak sering datang membersihkan rumahnya,” imbaunya. (egy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top