MOS Ditiadakan, Sekolah Terapkan PLS – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Edukasi

MOS Ditiadakan, Sekolah Terapkan PLS

Kadis Diknas Kota Kendari, Drs Makmur MPd

Kadis Diknas Kota Kendari, Makmur MPd

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Kegiatan belajar mengajar kembali aktif dan diawali dengan masa pengenalan sekolah bagi siswa baru selama 3 hari akan dimulai Senin (18/7/2016). Bila sebelumnya, siswa baru diwajibkan mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) yang identik dengan sistem perpeloncoan, maka tahun ini MOS secara resmi ditiadakan. Sebagai gantinya, diberlakukan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang lebih mendidik karena sepenuhnya dihandle oleh guru tanpa melibatkan siswa senior maupun alumni.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Makmur, M.Pd. menuturkan, secara teknis surat edaran telah diterbitkan oleh Dinas Dikbud Kota Kendari sejak tanggal 21 Juni lalu dan telah didistribusikan pula ke seluruh sekolah se Kota Kendari. Sedangkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI baru diterima secara resmi beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri.

“Begitu ada informasi secara online, langsung saya aplikasikan ke dalam bentuk surat edaran yang bersifat teknis mengatur tentang pelaksanaan PLS,” ujarnya.

Lanjut dia, PLS lebih bersifat edukatif tanpa adanya embel-embel atribut tambahan yang sifatnya tak mendidik. Pasalnya, saat pelaksanaan, siswa baru diwajibkan memakai seragam dan atribut resmi dari sekolah, tanpa adanya kostum maupun aksesoris asing lainnya, seperti tas karung, tas belanja plastik serta aksesoris kepala yang tidak wajar.

Selain itu, aktivitas yang tidak relevan dengan aktifitas pembelelajaran pun dilarang keras. Misalnya, menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (nasi, semut dan gula) hingga tugas tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan dan tanaman.

Ditegaskan Mantan Sekretaris Dikbud Kota Kendari ini, kepala sekolah dan guru akan didera sanksi jika tak mengindahkan aturan baku pelaksanaan PLS. Hukuman berupa teguran tertulis, penundaan dan pengurangan hak, pembebasan tugas, pemberhentian sementara ataupun tetap dari jabatan hingga pemberhentian bantuan daerah untuk sekolah dan penutupan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

“Sekolah menyambut positif aturan baru ini dan saya harap hari pertama masuk sekolah menjadi hari yang berkesan bagi siswa baru sehingga sekolah jadi tempat yang menyenangkan bagi mereka. Dengan begitu, siswa akan termotivasi untuk mengembangkan diri dan meraih cita-cita,” tambahnya.
Sejatinya, PLS berisi kegiatan pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri juga pembinaan awal kultur sekolah. Ia mengimbau agar tindak kekerasan di lingkungan sekolah dapat ditanggulangi. (waode)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top