ASTAGA! 389 PNS Belum Berkantor Hingga Hari Kedua – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

ASTAGA! 389 PNS Belum Berkantor Hingga Hari Kedua

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Ancaman pemberian sanksi ternyata tidak membuat sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) merasa takut. Memasuki hari kedua kerja, ternyata masih banyak pegawai lingkup Pemprov Sultra yang masih membolos. Berdasarkan hasil rekapan Petugas Tindak Internal (PTI), sebanyak 389 pegawai.

Dari 52 SKPD, terdapat 9 SKPD yang meraih rapor merah. Selama dua hari, tingkat kehadiran cukup memperihatinkan. Diantaranya, Sekretariat KPID, Dinas Periwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), RSJ Ponggolaka, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Sekretariat DPRD, Biro Umum, Dinas ESDM dan Dinas Kehutanan. Sementara 8 instansi lainnya, daftar kehadiran pegawainya mencapai 100 persen. Yakni, Dinas Koperasi dan UMKM, Sekretariat Korpri, Sekretariat KPU, Badan Satpol PP dan Linmas, RSUD Bahteramas, BPBD, Dinas Perkebunan serta Biro Ekonomi.

Kepala Badan Satpol PP dan Linmas Sultra, Bustam AS mengatakan tingkat kehadiran pegawai hari ke-2 pascalibur lebaran sudah semakin membaik. Data ini berdasar daftar absensi pegawai. Pada hari pertama, Sekretariat KPID yang presentase ketidakhadirannya yang paling tinggi yakni 44 persen disusul Disparekraf 38 persen dan RSJ Ponggola 23 persen. Sementara Disnakertranas dan Dispenda mencapai 21 persen. Pada hari kedua, Dispenda dan RSJ Ponggalaka masih tinggi. Hanya saja, tingkat kehadiran pegawai Sekretariat DPRD, Biro Umum, Dinas ESDM dan Dishut malah menurun.

“Pada hari kedua, jumlah PNS yang berhalangan hadir tersisa 5 persen atau 389 pegawai. Terbanyak di Biro Umum 37 pegawai, RSJ Ponggolaka 25 pegawai, ESDM 23 pegawai, Sekretariat DPRD 22 orang sementara Dispenda dan Dishut sebanyak 20 pegawai. Sementara yang tingkat kehadirannya 100 persen yakni Dinas Koperasi dan UMKM, Sekretariat Korpri, KPU dan Satpol PP. Pada hari pertama, RSUD Bahteramas, BPBD, Disbun, Biro Ekonomi yang kehadirannya 100 persen,” rinci mantan Staf Ahli gubernur, Selasa (12/7).

Selain staf, katanya, PTI juga mengecek daftar absensi pejabat di lingkup Pemprov Sultra. Dalam 2 hari terkhir, tingkat kehadiran pejabat cukup memuaskan. Tingkat kehadiran pejabat eselon I dan II mencapai 100 persen. Sementara pejabat eselon III dan IV mencapai 98 persen. Sesuai instruksi gubernur, dalam beberapa hari terakhir pengawasan kedisiplinan terus diperketat. Laporannya akan diserahkan ke pimpinan untuk diberikan sanksi.

Gubernur Sultra, H Nur Alam mengaku tidak akan memberikan toleransi. Menurutnya, waktu liburan selama 9 hari cukup jika hanya untuk pulang mudik. Makanya, ia tidak akan mendengar alasan apapun terkecuali, orang tua pegawai meninggal dunia atau sakit parah. Bila alasannya sakit biasa atau transportasi, gubernur dua periode ini merasa terkesan dibuat-buat. Katanya, hal ini seakan hanya mencari alasan untuk menambah waktu libur.
“Kalau masalah angkutan, itu kan bisa diantisipasi. Toh, pegawai lainnya bisa hadir tepat waktu. Pertanyannya, kenapa mereka tidak bisa tepat waktu? Kalau alasan sakit, harus dibuktikan. Jangan hanya sakit-sakit biasa lalu tidak berkantor. Jadi hanya alasan orang tua yang bersangkutan meninggal yang bisa diterima. Selain itu, tidak kami toleransi,” tegasnya.

Sejatinya, pengawasan kehadiran melalui inspeksi mendadak (sidak) akan dipimpin Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, H Lukman Abunawas. Namun lantaran Sekprov mendapat tugas mendadak ke Konawe Utara (Konut), sidaknya batal digelar. Padahal sejumlah PTI dan beberapa pejabat sudah standby melakukan sidak. (amal)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top