Napi Wanita yang Kabur itu Akhirnya Tertangkap – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Napi Wanita yang Kabur itu Akhirnya Tertangkap

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Pelarian Wa Ode Sitiani alias Wa Ode Siti Samnia dari Lapas Klas II A Kendari telah usai. Narapidana kasus pembunuhan itu berhasil dibekuk pada sebuah hotel di Kendari, 3 Juli lalu. Wanita berusia 30 tahun itu pun kembali kejebloskan ke sel Lapas Klas II A Kendari untuk menjalani masa tahanannya.

Wa Ode Sitiani alias Siti Samnia (baju hitam) (2)

Wa Ode Siti Samnia mengaku berusaha melarikan diri dari Lapas karena terlilit utang. Ia melakukan pinjaman kepada beberapa sipir Lapas Klas II A Kendari. Angkanya cukup tinggi yakni mencapai Rp 20 juta. Wa Ode Siti Samnia sering ditagih, namun belum sanggup membayar utangnya itu. Ia pun berusaha kabur agar tidak ditagih lagi.

“Saya takut sama petugas Lapas. Mereka tagih terus utangku,” ujar Wa Ode Siti Samnia. Wanita yang divonis telah membunuh suaminya sendiri itu tak banyak berkomentar. Ia hanya meneteskan air mata dan mengaku menyesal dengan perbuatannya yang telah melarikan diri.

Saat melarikan diri, Wa Ode Samnia memanfaatkan momentum izin ke rumah pamannya usai melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Bahteramas Kendari. Ia dikawal oleh dua orang sipir, namun berhasil mengelabuinya. “Saat saya masuk ke rumah pamanku, dua sipir yang mengawal saya menunggu di mobil. Saya pun melarikan diri di rumah pamanku lewat pintu bagian belakang,” katanya.

Namun, usaha Wa Ode Samnia tak sesukses Hanafing Hamzah alias Aco (napi pembunuhan) yang sampai saat belum diketemukan. Petugas Lapas bersama personel Polres Kendari berhasil membekuknya kembali. Wa Ode Samnia sempat bersembunyi di hutan Abeli lalu menginap di hotel. Saat berada di hutan, Wa Ode Samnia tak makan apa-apa, hanya mengonsumsi air putih.

Kepala Lapas Klas II A Kendari, Muchlis Adjie mengatakan, selama pelarian, Siti hanya berada di wilayah Kota Kendari. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap napi tersebut sebelum dijebloskan ke sel. “Uangnya sangat terbatas saat melarikan diri,” ujarnya. Wa Ode Samnia merupakan napi ketiga yang pernah melarikan diri.

Adjie mengungkapkan, pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan kepada dua sipir wanita (Debora Duma dan Aftianing Usaniar) yang mengawal napi saat melarikan diri. Pihaknya akan menelusuri, kenapa harus diizinkan singgah di rumah pamannya? Apakah langkah tersebut sesuai prosedur atau tidak? “Yang terpenting saat ini, Samniati sudah tertangkap. Kami akan lebih berhati-hati dalam pengawalan para narapidana ketika melakukan pengobatan di rumah sakit,” katanya.

Sekadar diketahui, Wa Ode Siti Samnia merupakan terpidana kasus pembunuhan yang divonis oleh Pengadilan Tinggi Sultra selama 15 tahun penjara. Ia melakukan pembunuhan terhadap suaminya sendiri. Wa Ode Samnia baru 8 bulan dipindahkan ke Lapas Klas II A Kendari. Sebelumnya, ia telah menjalani hukumannya selama 3 tahun di Lapas Baubau. Siti melarikan diri tanggal 27 Juni 2016 dan berhasil dibekuk kembali 3 Juli 2016. (p5/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top