WASPADA! Wanita Pembunuh Kabur dari Lapas – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

WASPADA! Wanita Pembunuh Kabur dari Lapas

kendaripos.fajar.co.id KENDARI-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari lagi-lagi melakukan kesalahan fatal. Untuk kali kesekian, seorang terpidana lepas dari pengawasan para sipir dan kemudian kabur. Kali ini, seorang wanita, terpidana pembunuhan bernama Wa Ode Sitiani alias Wa Ode Siti Samnia, sukses melarikan diri sejak Senin (29/6) lalu sekira pukul 12.00 Wita. Ia berhasil mengelabui dua sipir perempuan yang mengawalnya, Db dan Ap, saat sang pembunuh memeriksakan kesehatan di RS Bahteramas.

bunuh

Perempuan berusia 30 tahun ini awalnya diantar ke rumah pamannya, bernama Kamaruddin di bilangan Perumahan Dosen Kampus UHO, Kecamatan Poasia usai diperiksa dokter. Terpidana 15 tahun ini memang mendapat izin keluar tahanan karena sedang sakit. Dokter juga merekomendasikan demikian. Hingga saat ini, perempuan yang mengeksekusi suamianya hingga menemui ajal itu belum juga ditemukan. Pihak Lapas telah membentuk tim untuk melakukan pengejaran.

Sementara Kepala Lapas Kelas II A Kendari Muchlis Adjie melalui Kepala Seksi Bimbingan Napi dan Anak Didik Lapas kelas II A Kendari, Heriyanto membenarkan peristiwa tersebut. “Yah, benar, ada Narapidana kasus pembunuhan dengan nama Wa Ode Sitiani melarikan diri. Saat ini sedang kami kejar,” jelas Heriyanto saat ditemui kemarin (30/6).

Heriyanto mengatakan, dalam waktu tiga hari ini telah melakukan pencarian di berbagai tempat di Kota Kendari. Tim yang dibentuk sudah bekerja dengan dibackup dari pihak Polres Kendari. Dia menyebut, terpidana kasus pembunuhan berencana itu adalah merupakan terpidana kasus pembunuhan berencana pada suamninya sendiri yang divonis 8 Juli 2013 lalu. Hukuman didiskon jadi 15 Tahun di pengadilan banding.

Dalam peristiwa ini, dua pengawal yang melakukan pengawalan kepada yang bersangkutan belum diperiksa. Sejumlah pihak internal Lapas Kelas II A Kendari, masih menyeriusi pencarian terpidana tersebut. Terakhir kata Heriyanto, sudah mencari ke rumah orang tuanya yang berada di Baubau. Sayangnya belum ada tanda-tanda terpidana itu. Ketika disinggung apakah ini adalah kelalaian pihak Lapas? Heriyanto tidak mau berbicara banyak. Karena pihak yang mengawal tahanan belum diperiksa.

“Kami duga petugas kami yang lalai, tapi itu belum kami pastikan, karena kami diberi waktu seminggu untuk melakukan pengejaran. Dan pengawas saat ini, belum bisa kami periksa. Terkecuali sudah ada surat perintah (Sprint) dari atasan,” ujar Heri

Sementara itu, pihak Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra , Agus Purwanto BA S.H., M.Si membenarkan kabar itu. Agus belum dapat memastikan kesalahan itu adalah berasal dari anak buahnya. Namun kata dia yang terpenting adalah pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pengejaran. Semua pihak diharapkan bersabar. “Memang itu terjadi. Tapi kami tidak bisa langsung salahkan petugas, sebab saat itu, kan niat petugas kami hanya mengantar ke rumah sakit,” ujar Agus ditemui diruang kerjanya kemarin (30/6)

Untuk diketahui, terpidana kasus pembunuhan bernama Wa Ode Siti Sarmnia merupakan terpidana yang sudah menjalani masa tahanan sekitar lebih dari 3 Tahun dalam Lapas Kelas II A Kendari. Itu terhitung sejak dia di vonis dan menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Bau-bau. Sebelumnya dia pernah juga dikeluarkan dari Lapas Kelas II A Kendari, karena sedang berurusan mengurus hak warisan. Dia dijamin dengan pamannya bernama Kamarudin yang bertempat tinggal di bilangan Perumahan Dosen UHO Kendari, Kecamatan Kambu.

Dalam catatan Litbang Kendari Pos diketahui bahwa Waode Sitiani alias Waode Siti Samnia menjadi otak atas tewasnya seorang pria bernama Mahmudin, 3 Februari 2013. Di depan hakim, perempuan kelahiran Lasalimu, Buton itu beralasan pembunuhan itu dilakukan karena ia tak terima hanya jadi istri siri selama bertahun-tahun.
Puncaknya, saat pria yang bekerja sebagai tukang bersih pasar Wameo-Baubau, menyuruh Sitiani menggugurkan kandungannya yang sudah berjalan 6 bulan. Tapi saat itu, dia masih menuruti titah suaminya. Namun, setelah itu bukannya dinikahi, dia malah dicerai 1 Februari 2013. Sitiani tidak terima begitu saja perlakuan suaminya. Dia kemudian menyusun rencana, untuk membunuh pria yang telah memberinya tiga orang anak.

Rencana pertama, dimulai dengan membeli sebilah golok. Setelah alat untuk mengeksekusi tersedia, 3 Februari 2013 menjelang dini hari, Sitiani menuju pasar Wameo, Baubau tempat Mahmudin bekerja. Tiba di pasar, Sitiani langsung menghampiri Mahmudin dan secepat kilat membacok leher suaminya. Mahmudin sempat melakukan perlawanan, tapi dia tidak berdaya menghadapi Sitiani yang sudah kesetanan.

Bertubi-tubi dia membacok Mahmudin. Puas menghabisi nyawa suaminya, Sitiani langsung menghampiri tukang ojek dan meminta supaya diantarkan ke kantor Polres Baubau guna melaporkan dan menyerahkan diri. Di persidangan, Sitiani mengaku jengkel karena setiap kali hamil, Mahmudin selalu menyuruhnya menggugurkan kandungan. Keduanya sempat bertengkar hebat. Mahmudin memukulnya. Disitulah puncak dendam Sitiani.
Di Pengadilan Negeri (PN) Baubau yang terdiri dari Erfata Happy Tarigan, Rio Destradi dan Zulfikar Siregar dia dihukum 20 tahun penjara pada sidang 8 Juli 2013.

Sitiani tidak terima dengan putusan tersebut. Dia kemudian banding di Pengadilan Tinggi (PT) Kendari, 13 Agustus 2013. Upayanya menyelamatkan diri dari jeratan hukum hanya dihadiahi “diskon” 5 tahun oleh hakim. Dia divonis 15 tahun penjara pada sidang yang dibacakan 27 Agustus 2013.(p5/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top