Sultra Dilanda Kemarau Basah, Pemudik Diminta Lebih Berhati-hati – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Sultra Dilanda Kemarau Basah, Pemudik Diminta Lebih Berhati-hati

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Bagi warga yang memutuskan mudik, untuk lebih hati-hati. Mudik lebaran tahun ini akan dibarengi dengan meningkatnya curah hujan. Diprediksi curah hujan di atas normal ini akan terjadi hingga awal Juli. Peristiwa alam tersebut dipicu terjadinya Maden Julian Oscillation (MJO) yang memasuki wilayah maritim kontinen. Akibatnya, pembentukan awan-awan hujan cukup masif. Anehnya, fenomena alam ini terjadi saat sebagian besar wilayah Sultra telah memasuki musim kemarau.

kem

Kejadian alam yang kerap disebut kemarau basah ini tidak hanya terjadi di Sultra, namun juga melanda sejumlah daerah di Indonesia Timur. Dari hasil pantuan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagaian besar wilayah Sultra berpotensi terpapar hujan lebat selain Gorontalo, Maluku, Papua. Fenomena alam ini secara perlahan akan merambat wilayah Indonesia Barat terutama di Pulau Jawa dan Sumatera.

Kasie Observasi dan Informasi Stasiun Metereologi Maritim Kendari, Aris Yunatas mengatakan tidak seluruh wilayah Indonesia akan merasakan dampak musim kemarau. Pengaruh MJO menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa daerah. Makanya, intensitas curah hujan dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas curah hujan mencapai 75 sampai 100 milimeter.

“Jadi bukan karena La Nina, tapi karena MJO. Diprediksi, La Nina baru akan dirasakan pada pertengahan Juli. Sementara pada bulan Agustus status La Nina berada pada level sedang. Jadi sepanjang musim kemarau tahun ini, kondisi cuaca di Kendari dan sekitarnya lebih sejuk. Tapi bila pengaruh cuaca lokal lebih dominan, maka curah agak berkurang,” kata Aris, kemarin.

Sejauh ini, pihaknya terus mengupdate data cuaca. Dengan begitu, masyarakat bisa memantau perkembangannya. Apalagi saat menjelang lebaran, banyak masyarakat yang memilih mudik bersama keluarga. Peningkatan curah hujan dapat mengakibatkan longsor dan banjir. Untuk itulah, instansi terkait dihimbau tetap siaga. Bukan hanya langkah antisipasi, namun juga upaya penanggulangan. Diperkirakan, sebagian besar wilayah Sultra akan diguyur hujan saat arus mudik lebaran.

“Saya himbau untuk tetap waspada. Arus mudik tahun ini akan dihiasi hujan deras. Pastikan kendaraan lebih siap. Dari informasi yang kami himpun, beberapa daerah di Konsel, Kolaka dan Kolaka Utara berpotensi longsor,” ingatnya. Bukan hanya angkutan darat lanjutnya, tapi juga angkutan laut. Mulai tanggal 29 Juni hingga 3 Juli ombak tidak bersahabat. Diprediksi tinggi gelombang maksimum antara 2,5 sampai 5 meter di sejumlah perairan Sultra. Seperti, perairan Baubau, Wakatobi, Kendari-Manui, perairan Timur Sultra (menuju Buton Utara) dan Teluk Tolo.

“Bagi stakeholder yang ingin mengetahui informasi langsung bisa mengunjuni Kantor Stasiun Metereologi Maritim Kendari. Bila tak sempat, bisa mengakses situs BMKG.co.id/wil pelayanan Kendari,” himbau Aris. (b/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top