Ini Lima Kampus Rerata Nilai Tertinggi SBM PTN, Ada yang Mengejutkan – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Edukasi

Ini Lima Kampus Rerata Nilai Tertinggi SBM PTN, Ada yang Mengejutkan

Ilustrasi mahasiswa sedang melakukan kegiatan sosial.

Ilustrasi mahasiswa sedang melakukan kegiatan sosial.

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA — Hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) sudah diumumkam kemarin. Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) masih menjadi kampus terbaik di Indonesia. Dua kampus itu memiliki nilai rata-rata tes tertinggi dibanding kampus lainnya.

Ketua Umum SBM PTN Rochmat Wahab mengatakan total pelamar SBM PTN 2016 mencapai 721.326 orang. Sedangkan peserta yang dinyatakan lulus ujian tulis mencapai 126.804 orang.

’’Jumlah yang diterima, melebihi dari kuota daya tampung awal,’’ jelasnya di Jakarta kemarin (28/6).

Rochmat mengatakan ITB menjadi kampus dengan nilai rerata tertinggi untuk kelopok saintek yakni 700,1 poin. Kemudian disusul UI (667,44 poin), UGM (648,46), ITS (647,54), dan Universitas Diponegoro (620,33).

Sedangkan nilai rerata tertinggi untuk kelompok sosial humaniora (soshum) ada di UI dengan skor 669,52 poin. Berikutnya ada UGM (652,92 poin), ITB (651,97), Universitas Padjadjaran (621,78), dan Universitas Diponegoro (617,99).

Selain data nilai rerata tertinggi di tingkat kampus, Rochmat juga menjabarkan data nilai rerata tertinggi berdasarkan provinsi lulusan SBM PTN.

’’Yang membuat kita kaget adalah nilai Provinsi Banten yang menyalip Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur,’’ tutur rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Untuk kelompok saintek provinsi dengan nilai rerata lulusan tertinggi ada di DKI Jakarta dengan skor 623,91 poin.

Kemudian disusul DI Jogjakarta (611,07 poin), Banten (601,36), dan Jawa Tengah (595,49). Sementara untuk kelompok soshum provinsi dengan nilai rerata tertinggi adalah DKI Jakarta (595,6). Lalu ada DI Jogjakarta (588,81), Banten (572), dan Jawa Tengah (571,9).

Merujuk peta nilai yang didapat pelamar itu, Rochmat mengatakan kualitas siswa dari Provinsi Banten sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Sebagai provinsi termuda di pulau Jawa, secara perlahan kualitas pendidikan di Banten terus mengalami peningkatan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Muhammad Nasir juga ikut dalam paparan pengumuman kelulusan SBM PTN 2016.

Nasir diantaranya menanggapi sejumlah kampus yang mendahului menjalankan ujian atau seleksi mandiri. ’’Aturannya memang ujian mandiri dilaksanakan setelah SBM PTN diumumkan,’’ katanya.

Nasir menuturkan akan mengubah redaksi peraturan menteri yang mengatur pelaksanaan seleksi masuk mahasiswa baru di kampus negeri. Dia mengakui bahwa redaksi yang mengatur soal seleksi mandiri rentan disalahtafsirkan oleh kampus.

’’Sehingga ada kampus yang menyelenggarakan ujian mandiri mendahului SBM PTN. Ke depan tidak boleh ada lagi yang seperti ini,’’ tuturnya. Nasir mengatakan pelamar yang tidak lolos SNM PTN maupun SBM PTN, sejatinya masih memiliki satu kesempatan lagi yakni melalui seleksi mandiri.

Namun sayangnya kampus-kampus papan atas justru mengawali pelaksanaan ujian mandiri itu. Contohnya di UI, IPB, UGM, dan Undip.

Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia sekaligus rektor IPB Herry Suhardiyanto mengakui ujian tulis jalur mandiri mereka dilaksanakan pada 18 Juni. Jauh sebelum pengumuman kelulusan SBM PTN dikeluarkan pada 28 Juni.

Dia beralasan seleksi mandiri dilaksanakan jauh hari untuk menghindari bulan puasa. ’’Berat kalau ujian tulisnya dilaksanakan di bulan puasa,’’ jelasnya.

Kemudian jika ujian mandiri dilaksanakan setelah lebaran, panitia juga memiliki waktu terbatas untuk mengejar deadline penerimaan mahasiswa baru tuntas pada 31 Juli. Dia berharap ke depan regulasi ujian mandiri di tata ulang, supaya PTN-PTN kompak. (wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top