Bentrok Tiga Hari, Israel Akhirnya Penuhi Kesepakatan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Bentrok Tiga Hari, Israel Akhirnya Penuhi Kesepakatan

Masjidilaksa di kota tua Jerusalem.

Masjidilaksa di kota tua Jerusalem.

kendaripos.fajar.co.id,JURUSALEM—Selama bertahun-tahun ada kesepakatan antara Israel dan Palestina saat Ramadan memasuki sepuluh hari terakhir. Yakni, hanya muslim yang bisa masuk kompleks Masjidilaksa untuk beribadah.

Tahun ini kesepakatan tersebut dilanggar. Warga Palestina pun melakukan protes sehingga terjadi bentrokan. Belasan orang terluka. Namun, akhirnya Israel kembali memenuhi kesepakatan sebelumnya.

Kemarin mereka menyatakan bahwa orang-orang Yahudi dan nonmuslim tidak boleh berkunjung ke kompleks Masjidilaksa di kota tua Jerusalem. Keputusan itu diambil setelah terjadi bentrokan setiap pagi di kompleks Masjidilaksa sejak Minggu (26/6/2016) antara warga muslim dan kepolisian Israel.

’’Kebijakan ini berlaku hingga minggu depan saat Ramadan berakhir,’’ ujar Juru Bicara Kepolisian Israel Luba Samri.

Dalam kesepakatan yang tidak tertulis itu disebutkan, selama 10 hari terakhir bulan Ramadan, pengunjung nonmuslim dilarang memasuki kompleks Al Aqsa.

Sebab, saat itu warga muslim akan berbondong-bondong melakukan iktikaf maupun sekadar membaca Alquran di Masjidilaksa. Mayoritas yang datang tentu saja warga Palestina dan Arab Israel. Namun, kesepakatan itu dilanggar sehingga penduduk muslim berang.

Seharusnya, terhitung sejak Minggu pagi, kompleks Al Aqsa sudah ditutup untuk pengunjung nonmuslim. Namun, kenyataannya, masih banyak warga nonmuslim yang berdatangan.

Mereka diperbolehkan masuk meski dilarang beribadah untuk mencegah ketegangan. Namun, siasat tersebut tidak berhasil.

Sejak saat itu, terjadi bentrokan setiap pagi. Pemuda-pemuda Palestina melempari polisi dengan batu. Kepolisian Israel pun membalas dengan tembakan gas air mata dan peluru karet.

Kemarin pagi (28/6) seorang perempuan Yahudi yang mengunjungi kompleks tersebut terluka karena terkena lemparan batu. Saat itu dia tengah berada di dekat area Tembok Ratapan.

Dia mengalami luka ringan dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Kepolisian Israel akhirnya menahan 10 pemuda bertopeng yang mengganggu kunjungan warga nonmuslim pada Mingu dan Senin (27/6).

Sementara itu, Palang Merah Palestina menyatakan, pada Minggu saja, ada tujuh warga mereka yang dirawat di rumah sakit di Jerusalem Timur. Mereka mengalami luka-luka akibat peluru karet, gas air mata, dan pukulan.

’’Pemerintah Israel telah melanggar kesepakatan tak tertulis ini selama bertahun-tahun untuk menunjukkan bahwa merekalah yang mengambil keputusan di Al Aqsa dan bukan Waqf,’’ bunyi pernyataan bersama Waqf dan pemimpin spiritual muslim di Jerusalem.

Waqf adalah lembaga di Jordania yang ikut mengontrol Al Aqsa. Pemerintah Jordania mengaku telah menghubungi pemerintah Israel terkait dengan masalah tersebut.

Kompleks Masjidilaksa di kota tua Jerusalem memang dikuasai Israel sejak 1967. Saat itu Israel mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat Palestina. Dunia internasional tidak mengakui wilayah yang diklaim Israel tersebut.

Namun, tidak pula ada usaha signifikan untuk mengembalikannya kepada Pelestina. Kompleks itu termasuk situs suci warga Yahudi. Mereka yakin Temple Mount berlokasi di area tersebut. (JPNN)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top