Menjaga Darah Mengalir Lancar dari Zat Sisa Biar Sehat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kesehatan

Menjaga Darah Mengalir Lancar dari Zat Sisa Biar Sehat

Agar aliran darah lancar, maka tidur harus cukup. Foto:Anggel Bondan/Jawa Pos

Agar aliran darah lancar, maka tidur harus cukup. Foto:Anggel Bondan/Jawa Pos

Darah adalah salah satu bagian terpenting dalam tubuh manusia. Fungsinya, antara lain, mengedarkan sari makanan, mengangkut oksigen, mengedarkan hormon, sampai membawa sisa oksidasi sel tubuh. Agar mengalir lancar, kondisi darah harus sehat.

Termasuk di antara ciri darah yang sehat adalah tidak terlalu kental serta tidak terkontaminasi sisa metabolisme.

”Darah yang terlalu kental bisa membuat sirkulasi dan peredaran terhambat atau melambat,” ujar dr Choesnan Effendi AIF AIFO, pakar fisiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Universitas Hang Tuah.

Choesnan menjelaskan, darah terdiri atas dua bagian. Yakni, plasma atau cairan dan sel darah atau keping darah. Plasma mengandung berbagai zat seperti antibodi, nutrisi, dan zat hasil akhir metabolisme.

Dalam kondisi normal, peredaran darah bisa berjalan lancar. ”Yang jadi masalah adalah jika ada zat yang jumlahnya terlalu banyak sehingga mengganggu aliran darah,” ujar Choesnan.

Choesnan menyebut zat hasil metabolisme yang semestinya tidak tercampur dalam plasma darah itu tergolong zat sampah. Semestinya, zat tersebut dikeluarkan bersama urine atau feses.

Jika darah tetap mengandung zat-zat itu, tubuh akan mengalami gangguan. ”Konsentrasi bisa menurun, sendi terasa nyeri, dan bahkan terjadi penyakit kuning,” ujar Choesnan.

Selain zat sampah, kandungan nutrisi atau zat-zat normal namun dalam jumlah berlebih bakal berdampak buruk. Misalnya, glukosa. Idealnya, glukosa dibawa oleh darah untuk dimasukkan ke dalam sel.

”Namun, pada penderita diabetes, glukosa tetap tertumpuk dalam darah sehingga darah mengental,” ujar Dr dr Sony Wibisono SpPD KEMD, pakar penyakit dalam RSUD dr Soetomo Surabaya.

Hal serupa terjadi pada penderita hipertensi. Darah mengental karena kandungan garam. Ketika darah mengental karena diabetes atau hipertensi, aliran darah melambat.

Organ-organ tubuh yang seharusnya mendapat suplai darah kekurangan suplai. Akibatnya, berbagai penyakit serius berpotensi muncul. ”Darah yang mengental umumnya terkumpul di pembuluh darah yang menuju ke suatu organ,” jelas Choesnan.

Jika terjadi dekat jantung, seseorang akan menderita jantung koroner. Lantas, jika dialami pembuluh darah ke otak, bisa terjadi stroke. Di samping plasma, keadaan sel darah bisa mengakibatkan gangguan.

Sel-sel darah dibedakan menjadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel darah pembeku (trombosit).

Jika produksi sel darah putih tidak terkontrol, bisa terjadi leukemia. Selain karena masalah genetis, gangguan pada darah umumnya terjadi karena pola hidup dan lingkungan.

Mulai makanan berpengawet, gula berlebih, hingga garam berlebih, semuanya bisa membuat kondisi darah semakin kental atau menambah zat-zat asing pada darah. ”Gangguan pada darah juga merupakan efek samping dari gangguan organ lain. Misalnya, ginjal, hati, atau paru-paru,” ujar Choesnan.

Polusi pun bisa berdampak pada kesehatan darah. Gas hasil emisi atau buangan yang mengandung logam berat bisa masuk ke dalam tubuh lewat hirupan atau kontak tubuh. Lantas, setelah masuk dalam tubuh, kandungan zat berbahaya bisa masuk ke darah sehingga menambah kandungan zat asing.

Cek rutin perlu dilakukan mengingat sebagian penyebab gangguan darah juga bersifat menyerang kekebalan tubuh.

”Jumlah sel darah dan kandungan plasma harus diperiksa untuk mengetahui kondisinya sebelum terjadi penyakit lebih lanjut,” kata Sony.

Di samping itu, asupan nutrisi harus seimbang untuk mencegah terlalu banyaknya glukosa atau garam yang membuat darah mengental. Plasmafaresis bisa juga menjadi terapi.Dengan terapi tersebut, plasma darah yang bermasalah diambil untuk kemudian dibersihkan dengan alat khusus bernama mahokar. Setelah itu, plasma darah yang sudah sehat atau baru akan dikembalikan ke tubuh pasien agar bisa berfungsi seperti sedia kala. (len/c6/ayi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top