Arhawi-Ilmiati Resmi Pimpin Wakatobi, Gubernur Ingatkan Jaga Kekompakan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Arhawi-Ilmiati Resmi Pimpin Wakatobi, Gubernur Ingatkan Jaga Kekompakan

Gubernur Sultra, H Nur Alam SE MSI memberikan selamat usai melantik pasangan Arhawi Ruda-Ilmiati Daud sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Selasa (28/6/2016)

Gubernur Sultra, H Nur Alam SE MSI memberikan selamat usai melantik pasangan Arhawi Ruda-Ilmiati Daud sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Selasa (28/6/2016). Foto: Humas Setprov Sultra for kendaripos.fajar.co.id

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—H Arhawi Ruda dan Ilmiati Daud secara resmi telah menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi. Gubernur Sultra, H Nur Alam SE MSi telah melantik dan mengambil sumpah jabatan keduanya di Aula Bahteramas kantor Gubernuran, Selasa (28/6/2016) siang. Pelantikan itu juga ditandai pemasangan tanda pangkat di pundak dan gobang bupati dan wakil bupati di dada pasangan berakronim Hati itu.

Pelantikan yang dilakukan di Aula Bahteramas itu ternyata tak mampu menampung banyaknya masyarakat Wakatobi yang ingin menyaksikan peristiwa sekali dalam lima tahun itu. Ratusan diantaranya harus relah menyaksikan pelantikan dari layar kaca yang disiapkan untuk para pengunjung yang berada di luar  gedung. Massa tak hanya memadati tenda tetapi meluber hingga ke gedung sekretariat Pemprov Sultra.

Gubernur Sultra, H Nur Alam terlihat senang dengan banyaknya massa yang hadir. Apalagi, di tengah tamu undangan juga hadir Ir Hugua, Bupati Wakatobi dalam sepuluh tahun terakhir. Gubernur pun secara khusus menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Hugua. “Sikap gentle Hugua harus ditiru. Ini merupakan contoh yang patut diteladani. Dengan jiwa besarnya, ia tetap hadir. Sikap beliau menunjukan kebesaran hatinya menerima kenyataan bahwa calon yang sempat diusungnya kalah berkompetisi pada pilkada Wakatobi 9 Desember 2016 lalu ,” kata Nur Alam, dalam sambutannya saat  melantik Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, kemarin.

Dalam catatan gubernur, sudah sebanyak 32 kali melantik pasangan Bupati dan Walikota. Namun pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi berbeda. Pasalnya, mantan Bupati hadir di acara pelantikan. Bila sebelumnya, penyerahan memori jabatan kepala daerah kerap ditiadakan. Namun kemarin, penyerahan memori jabatan dilakukan langsung pejabat sebelumnya pada pejabat baru. Ini menandakan Hugua begitu legowo dan tidak ingin mengutak-atik lagi persoalan yang telah berlalu. Kebesaran jiwa Hugua bisa menjadi suport Arhawi-Ilmiati Daud membawa Wakatobi 5 tahun kedepan.

“Kehadiran Hugua juga menunjukan kekompakan. Walau berbeda pilihan, keduanya tetap rukun. Jarang ada pasangan yang bisa menjaga keharmonisan hingga mereka bercerai. Untuk itulah, Arhawi bisa belajar dari pengalamannya bersama Hugua,” kata suami anggota DPR RI Asnawati Hasan ini.

Gubernur juga berharap pencapaian yang telah diraih Ir Hugua untuk tetap dilanjutkan. Sejauh ini, Hugua telah berhasil menancapkan tonggak pembangunan di daerah. Termasuk menjadikan Wakatobi sebagai salah satu ikon pariwisata di Indonesia hingga internasional. Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Wakatobi memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Apalagi Wakatobi berada pada jalur tol laut yang digagas pemerintahan Jokowi-JK. Penetapan jalur lalu lintas laut ini menjadi celah dalam melahirkan gagasan. Terutama program pembangunan dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur di daerah.

Dengan kemampuan yang dimiliki H Arhawi-Ilmiati Daud, gubernur meyakini program kerja ini mampu diwujudkan. Apalagi H Arhawi sudah sangat paham. Menurutnya, lima tahun kebersamaannya dengan Hugua, cukup memberikan pengetahuan. Namun gubernur dua periode ini tetap mengingatkan untuk lebih hati-hati dalam mengambil atau memutuskan kebijakan. Ia berpesan, agar mekanisme penganggaran dan kebijakan harus merujuk pada ketentuan. Meskipun terkadang maksudnya baik, namun bisa berimplikasi pada persoalan hukum.

Agar pelaksanaan pembangunan benar-benar efektif dan dirasakan masyarakat, ia berharap H Arhawi-Ilmiati Daud harus mampu merangkul semua pihak. Jangan hanya pendukungnya saja yang diperhatikan. Sebab mereka yang berbeda pilihan merupakan warga Wakatobi. Apalagi sudah menjadi kewajiban bagi pemimpin dalam memberi kesejahteraan pada masyarakat. Di sisi lain, tim sukses tidak boleh terlalu banyak menuntut. Sebab hal ini justru akan menjerumuskan pasangan berakronim Hati. Apalagi posisi H Arhawi-Ilmiati Daud sudah menjadi pemimpin bagi warga Wakatobi.

Mantan Ketua DPW PAN Sultra ini berpesan, H Arhawi-Ilmiati Daud bisa menjaga kekompakan. Agar hubungan lebih langgeng, Bupati dan wakil harus tahu posisi. Jangan membuat kebijakan sebelum diminta menggurui. Jika belum dipersilahkan, jangan memberi pendapat. Meskipun sudah diberi kesempatan, jangan seakan-akan menggurui namun penjelasannya sifatnya lebih memberi masukan.

“Pada Arhawi pernah merasakan hal itu. Jadi apa yang diperlakuan Bupati dan yang engkau tidak senang jangan kau lakukan terhadap wakilmu. Begitupun perilaku yang tidak disenangi saat menjadi seorang Wakil. Beri masukan pada wakilnya. Kalau ada yang kurang disenangi, segara dikomunikasikan. Jangan biarkan hal ini terus berlarut-larut. Apalagi harmonisasi hubungan Bupati dan Wakil Bupati juga akan berimbas pada kinerja pemerintah,” ingatnya. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top