Dua Pemuda Indonesia Jadi Imam Salat Tarawih di Kanada – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ramadhan

Dua Pemuda Indonesia Jadi Imam Salat Tarawih di Kanada

Dasrizal. Foto Dasrizal Face Book

Dasrizal. Foto Dasrizal Face Book

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Kepiawaian orang Indonesia dengan kemampuannya membaca Alquran sepertinya memang menjadi perhatian dunia internasional. Buktinya dua orang qori asal Indonesia selama Ramadan tahun ini didaulat sebagai imam untuk salat tarawih dan salat lima waktu di Kanada.

Dikutip dari www.uinjkt.ac.id, kedua pemuda yang jadi imam tersebut, Dasrizal Marah Nainin dan Ali Mohammad Al Hudhaibi.

Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) UIN Jakarta, Rachmat Baihaky mengatakan, diutusnya dua imam dari UIN Jakarta ini atas permintaan pihak Sayeda Kadija Centre, yang diketuai oleh Dr Hamid Slimi.

“Beliau (Hamid Slimi.red), pernah melakukan tour di Indonesia beberapa waktu lalu, dan menemukan sesuatu yang “menarik” tentang muslim di Indonesia, terutama mengenai aksen bacaan al-Qur’an. Alhasil, Hamid Slimi memilih dan meminta UIN Jakarta untuk mengutus dua orang yang akan dijadikan imam tarawih di masjid Sayida Kadija Centre, Kanada selama bulan Ramadhan,” ujar Rachmat Baihaky.

Sehari-harinya, Dasrizal Marah Nainin merupakan dosen di program studi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Sedangkan Ali Mohammad Al Hudhaibi adalah imam Masjid Jami’ Student Centre UIN Jakarta.

Kepada JawaPos.com (kendaripos.fajar.co.id Group) Dasrizal menuturkan, dirinya berada di Kanada, mulai dari hari pertama hingga hari terakhir Ramadan. Akan kembali ke Indonesia setelah hari raya Idulfitri

Selama di Kanada, kata Dasrizal, dia didaulat menjadi imam untuk salat lima waktu, salat tarawih dan salat witir. “Khusus untuk 10 malam terakhir saja juga jadi imam untuk salat tahajud,” ungkap Dasrizal dalam pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Minggu (26/6/2016).

Di samping menjadi imam, dia juga diminta untuk membacakan alquran selama 15-25 menit, sebelum salat isya. Di Kanada, tepatnya di Kota Toronto dan Kota Mississauga Provinsi Ontario waktu salat isya berlangsung pada pukul 22.30 waktu setempat.

Selain sebelum salat Isya, alumnus MAN 2 Padang ini juga dimintakan untuk membaca alquran sebelum mulai salat jumat. “Kadang-kadang diminta juga untuk membaca al-Quran pada kegiatan- lain, seperti acara buka bersama di komunitas-komunitas tertentu,” sebut salah satu qori terbaik Indonesia ini.

Tidak hanya sebagai imam dan membacakan alquran untuk jamaah salat lima waktu dan tarawih, Dasrizal juga diminta untuk memberikan tausiyah atau ceramah setelah salat subuh dan di akhir pekan. “Semua jamaahnya di sini (Kanada) adalah warga negara setempat,” ungkap Dasrizal.

Tentunya untuk memberikan ceramah di benua Amerika itu, Dasrizal menyampaikan dengan bahasa arab. “Agar jamaah tidak bosan, ceramah kita selingi dengan bahasa Inggris. Jika full bahasa arab, maka nanti akan diterjemahkan oleh penerjemahnya,” ayah tiga anak ini. (iil/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top