Kisah Habibie (2), Demi Sumpah, Dalam Suasana Duka, Rudy Habibie Dikirim ke Jakarta – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Feature

Kisah Habibie (2), Demi Sumpah, Dalam Suasana Duka, Rudy Habibie Dikirim ke Jakarta

Habibie saat masih menempuh pendidikan di Jerman. Foto: Dok Pribadi

Habibie saat masih menempuh pendidikan di Jerman. Foto: Dok Pribadi

kendaripos.fajar.co.idMasih dalam suasana berduka tidak lantas membuat Tuti segan untuk menunaikan janji kepada almarhum suaminya.

Baru berselang beberapa hari dari peringatan 40 hari meninggalnya Alwi, Tuti mengirimkan Rudy, sapaan Habibie, ke Jakarta.

Tujuannya, Habibie mendapatkan sekolah yang lebih baik.

Padahal, ketika itu Habibie yang kelahiran 25 Juni 1936 baru berusia 14 tahun. Dia harus berlayar selama tiga hari seorang diri.

Bocah bertubuh kecil itu hanya berbekal foto pamannya, Subarjo, yang akan menjemputnya di Tanjung Priok.

Beberapa bulan bersekolah di Jakarta, Habibie tidak kerasan. Cuaca yang panas membuat prestasinya drop.

Padahal, selama di Sulawesi, dia selalu memperoleh rapor bagus. Dia pun memutuskan untuk pindah ke Bandung. Harapannya, dengan cuaca sejuk, dirinya bisa belajar dengan lebih baik.

Habibie semakin kerasan di Bandung karena setahun kemudian, pada 1951, maminya menyusul ke Kota Kembang.

Bersama saudara-saudaranya. Keputusan itu diambil Tuti karena dia merasa akan buruk bagi Habibie jika saat masih kecil seperti itu harus tumbuh sendiri.

Tuti menjual seluruh asetnya di Parepare dan Makassar. Di Bandung, dia membeli tiga rumah di Jalan Imam Bonjol. Rumah tersebut sekaligus menjadi tempat usahanya. Mulai menyewakan kamar untuk indekos, mes, hingga usaha katering.

’’Dia mungkin perempuan pertama yang membuat katering di Indonesia. Kalau zaman sekarang, dia itu bisa disebut entrepreneur,’’ puji Habibie tentang ibunya.

Dia pun bisa kembali berkumpul dengan ibu dan saudara-saudaranya. Masa remajanya bisa dilalui dengan penuh kebahagiaan di antara orang-orang terkasih.

Sekolah Rudy di Bandung sebenarnya tidak mulus-mulus amat. Awalnya dia bersekolah di sekolah internasional.

Namun, tidak lama. Sekolah tersebut tutup sehingga mengharuskan Rudy pindah ke sekolah peralihan. SMA Kristen Dago jadi pilihan Rudy.

Untuk urusan yang satu ini, Rudy tidak mengabari Tuti. Dia tidak mau menambah beban pikiran Tuti yang ingin sekali anaknya bersekolah di sekolah internasional.Layaknya remaja pada umumya, Rudy juga mengalami jatuh cinta serta masa-masa kenakalan remaja. Bukan Ainun yang pertama dipacari Rudy saat SMA, melainkan Farida. Gadis blasteran Belanda-Manado. (JPNN)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top