NUZUL QURAN! Gubernur Salat di Bawah Tenda – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

NUZUL QURAN! Gubernur Salat di Bawah Tenda

Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara

Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Malam Nuzul Quran diperingati oleh Gubernur Sultra, H Nur Alam beserta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pulau Bokori. Kondisi pulau yang masih sedang gencar-gencarnya digenjot pembangunannya itu menyebabkan gubernur besarta jajarannya melaksanakan salat tarawih di bawah tenda.

Persiapan kegiatan yang terbilang mendadak menyebabkan salat berlangsung dalam kesederhanaan.Lampu penerang terbatas dan jamaah langsung berhadapan dengan pemandangan Pulau Bokori dan laut yang membentang luas serta keindahan lampu yang berada di daratan Kendari.

Meski begitu, peringatan Nuzul Quran berlangsung sangat khidmat karena pembawa hikma Nuzul Quran, Dr Sukri Samsuddin  memberikan ceramahnya yang sangat dalam. “Pada malam lailatul qadar  itu ditulis nasib kita untuk satu tahan kedepan. Jadi, kalau mau berubah nasibnya lebih baik, maka salat dan berdoalah pada malam lailatul qadar,” kata Sukri Samsuddin.

Malam lailatul qadar juga, lanjutnya, merupakan malam yang agung dan mulai, karena ada tiga peristiwa yang terjadi. Pertama, peristiwa turunya alquranul karim melintasi ruang dan waktu. Kedua, diturunkan alquran kepada manusia yang mulia. Ketiga, sebab ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan malam lailatul qadar.

Gubernur Nur Alam memimpin diskusi bersama kepala SKPD lingkup Pemprov Sultra, setelah sebelumnya melaksanakan peringatan malam Nuzul Quran dan tarawih di bawah tenda di Pulau Bokori, Rabu (22/6/2016) malam.

Gubernur Nur Alam memimpin diskusi bersama kepala SKPD lingkup Pemprov Sultra, setelah sebelumnya melaksanakan peringatan malam Nuzul Quran dan tarawih di bawah tenda di Pulau Bokori, Rabu (22/6/2016) malam.

Terkait peringatan malam Nuzul Quran yang berlangsung di Pulau Bokori, Gubernur Nur Alam menjelaskan, langkah itu sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan Pulau Bokori sebagai salah satu destinasi wisata Sultra.  “Sebagai pemerintah kita harus yang menginisiasi untuk mengembangkan tempat ini, baik dari sisi dunia maupun manfaat yang lain. Kalau kita memulai beribadah di tempat ini tentu sangat baik, dan semoga saja ada diantara kita yang memperoleh lailatul qadar, sehingga bisa memancarkan kesemua orang,” kata Nur Alam.

Peringatan Nuzul Quran dengan salat di bawah tenda dan dalam kesederhanaan, lanjut Nur Alam, ada nilai lain yang bisa ditanamkan masing-masing individu untuk mengenang umat muslim lainnya di dunia ini yang dalam kondisi tidak beruntung. Dimana mereka tak bisa salat dengan baik dan aman, tetapi harus berdaa di tenda-tenda di tempat ini.

Sebelum melaksanakan pelaksanaan salat tarawih dilakukan buka puasa bersama. Setelah salat tarawih Gubernur Nur Alam melanjutkan dengan memimpin diskusi pengembangan Pulau Bokori. Para kepala dinas diberi kesempatan untuk memberi masukan dan saran.

Kegiatan gubernur di Bokori berlangsung hingga subuh hari dengan melaksanakan  sahur bersama dan salat berjamaah. “Ini ibadah sekaligus wisata, atau dikenal dengan wisata religi,” kata Kusnadi, Karo Humas Pemprov Sultra. (sawal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top