Insya Allah, Masjid Al Alam di Teluk Kendari Tuntas 2018 – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Insya Allah, Masjid Al Alam di Teluk Kendari Tuntas 2018

 

Gubernur Nur Alam, saat meninjau perkembangan pembangun Masji Al Alam di Teluk Kendari, Juni 2016.

Gubernur Nur Alam, saat meninjau perkembangan pembangun Masji Al Alam di Teluk Kendari, Juni 2016.

 kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Pembangunan Masji Al Alam di tengah Teluk Kendari terus digenjot. Gagasan Gubernur Sultra, Nur Alam yang dulunya menuai banyak cibiran itu kini sedang memasuki tahap pengerjaan fisik. Proyek yang tahun ini dianggarkan Rp 70 miliar diperuntukan untuk pembuatan lantai, tiang penyanggah dan kubah mesjid. Makanya, di penghujung tahun 2016, masyarakat sudah bisa melihat bentuk bangunan Mesjid Al Alam.

“Pekerjaannya memang cukup berat, karena di tengah teluk dan konstruksinya juga harus bisa termanfaatkan hingga ratusan tahun ke depan. Namun, rumah sakit ini akan menjadi sebuah kebanggan bagi daerah dan menjadi bekal di akhirat nanti. Insyah Allah, masjid ini sudah optimal termanfaatkan sebelum masa jabatan saya berakhir, Februari 2018,” kata Gubernur Nur Alam, saat meninjau pembangunan Masjid Al Alam di Teluk Kendari, awal pekan ini.

Untuk diketahui, sejak dimulai bulan April lalu, tahapan pengerjaannya sudah masuk tahap pembuatan mall untuk pengecoran lantai dan pemasangan rangka untuk tiang mesjid. Untuk meralisasikan janji itu, PT Brantas Adipraya harus menggenjot pengerjaan fisiknya. Apalagi rangka tiang penyanggah dicor sebelum masuk pembangunan kubah mesjid. Masih tersisa waktu kurang lebih 5 bulan bagi pemerintah untuk membuktikan janjinya.

Berdasarkan pantuan Kendari Pos, aktivitas pekerja begitu sibuk. Tidak hanya disisi bangunan, namun jalan menuju mesjid. Di bangunan mesjid, pembuatan mal untuk pengecoran lantai dan pemasangan rangka untuk tiang terus dikebut. Hampir semua tiang pancang sudah tertutup mall. Hanya sekitar 6 tiang yang belum tertutupi. Sementara pembuatan rangka tiang mesjid yang akan menjadi penopang kubah mesjid baru setinggi antara 2 s.d 3 meter.

Pekerja Masjid Al Alam yang tetap menggenjot pembangunan masjid di Bulan Ramadan 1432 Hijriyah

Pekerja Masjid Al Alam yang tetap menggenjot pembangunan masjid di Bulan Ramadan 1437 Hijriyah

Mobilisasi material pun lebih mudah. Bila sebelumnya, hanya bisa dilakukan menggunakan kapal kini sudah bisa menggunkan rakit. Apalagi jarak antara jalan dan mesjid tinggal sekitar 25 meter, yang dipisahkan laut. Makanya, sejumlah material tertumpuk di area timbunan. Namun dengan telaten, para pekerja menyeberangkan material menggunakan rakit.

Menurut pengakuan salah seorang pekerja, pengecoran lantai sudah bisa dilakukan setelah pemasangan mall rampung. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan. Namun bila melihat mall yang telah terpasang, diperkiran sekitar bulan Juli sudah dimulai. Sementara untuk pengecoran tiang penyanggah kubah belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab rangka tiang penyanggah masih akan dinaikan selanjutnya dibuatkan mall. Sayangnya, ia tak tahu berapa ketinggian tiang penyanggah.

Kepala Biro Humas dan PDE Sultra, H Kusnadi optimis pengerjaan fisik masjid Al Alam bisa dirampungkan sesuai rencana. Dari hasil konfirmasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), tahap pengerjaan konstruksi bangunan masih sesuai jadwal alias on the track. Makanya, ia menepis sikap pesimistis beberapa pihak. Apalagi pengecoran lantai mesjid akan segera dilaksanakan. Di sisi lain, tiang-tiang penyanggahnya pun sudah mulai terpasang.

“Saat berkunjung ke lokasi proyek, gubernur cukup puas. Apalagi progres pengerjaannya sudah jauh dari perkiraan. Gubernur sempat berpesan agar pengerjaan proyek ini bisa selesai tepat waktu. Pada instansi terkait, beliau meminta untuk terus dilakukan pengawasan. Makanya, pemerintah memiliki keyakinan pembangunan lantai, tiang penopang dan kubah bisa diselesaikan tahun ini,” kata mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra ini.

Metode pembangunan masjid Al Alam ini katanya, sudah tuntas ditahap desain. Menurutnya, semua metode pengerjaannya sudah dirancang. Mekanisme seperti apa yang paling baik. Apakah pembangunanya melalui pabrikasi atau pengecoran langsung. Makanya, metode yang diterapkan sudah merupakan yang terbaik. Di satu sisi, PT Brantas Adipraya bukan perusahaan sembarangan, tapi perusahaan nasional yang sudah memiliki pengalaman. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sudah mengatur tahapan demi tahapan.

“Namanya saja, proyek besar. Tahapannya tidak seperti proyek yang sering kita lihat. Jadi ada tahapan yang harus dilalui. Tidak bisa, bangunannya langsung jadi. Dari segi kemampuan, PT Brantas sudah teruji. Mereka pasti tahu kapan memulai pekerjaan. Selain memiliki SDM yang memiliki kemampuan, dari segi peralatan yang mereka miliki tidak diragukan,” tandas mantan Kabag Humas. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top