3.820 Anak Gagal Masuk SMA Favorit – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

3.820 Anak Gagal Masuk SMA Favorit

Siswa SMA. Ilustrasi Kendari Pos

Siswa SMA. Ilustrasi Kendari Pos

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Persaingan mendapatkan kursi di sekolah-sekolah menengah atas (SMA) favorit di Kota Kendari memang lumayan berat. Tahun ini, ternyata ada 10 ribuan jebolah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mendaftar masuk di 24 SMA dan 22 SMK Negeri yang ada. Sayangnya, hanya ada 6.180 kursi siswa baru yang tersedia, atau tidak sebanding dengan besarnya peminat. Itu berarti, 3820 anak harus mengubur impian masuk di sekolah favoritnya.

Rabu (22/6), panitia pelaksanaan penerimaan siswa baru (PPDB) Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kota Kendari secara resmi menyampaikan nama-nama siswa yang diterima di sekolah tujuan, setelah selama 5 hari dibuka pendaftaran yakni sejak 16 hingga 21 Juni lalu. “10 ribu pendaftara itu bukan hanya dari Kota Kendari, tapi ada juga lulusan SMP dari luar daerah, makanya kuota tidak mencukupi,” kata Sekretaris Panitia PPDB Kota Kendari, Muchdar.

Kendati begitu, orang tua siswa tak perlu cemas buah hatinya tak mengenyam pendidikan. Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari masih memberi kesempatan bagi siswa yang belum tertampung untuk mendaftar kembali di sekolah yang belum terpenuhi kuotanya baik negeri maupun swasta. Pendaftaran gelombang kedua akan kembali dibuka setelah pengumuman hasil seleksi gelombang pertama diumumkan kemarin.

Kebijakan tersebut diambil agar distribusi siswa di setiap satuan pendidikan merata dan seluruh generasi bangsa yang ada di Kota Kendari dapat mengenyam pendidikan. Muchdar mengungkapkan, pendaftar yang mencapai 10 ribu orang itu bisa saja ganda karena peserta didik ada yang mendaftar pada tiga sekolah bahkan lima sekolah sekaligus, tentunya akan ada pula siswa yang lulus di dua tempat di sekolah berbeda.
Mengingat, mayoritas siswa di Kota Kendari berbondong-bondong masuk di sekolah favorit yang sama, sehingga dapat dipastikan banyak siswa akan dinyatakan tidak lulus, karena terbatasnya kuota yang disedikan. “Tentunya, hal tersebut berdampak tidak terpenuhinya kuota siswa baru bagi sekolah non favorit. Terutama di sekolah-sekolah swasat maupun negeri yang masih minim peminatnya” ujar Muchdar saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, kuota yang disediakan sebanyak 6.180 kursi tersebut bisa saja bertambah mengingat, satuan pendidikan swasta dapat menerima peserta didik lebih dari kuota yang disediakan berdasarkan kebutuhan mereka. Tentu saja hal tersebut menjadi salah satu solusi untuk menampung siswa yang belum diterima. Selain memberikan kesempatan kembali bagi sekolah negeri maupun swasta untuk membuka pendaftaran gelombang kedua dengan syarat satuan pendidikan tersebut belum terpenuhi kuota siswa barunya.

“Di Kota Kendari ada sebanyak 14 SMA swasta dan 16 SMK swasta. Tentunya, sekolah swasta memiliki kualitas yang sama dan telah terakreditasi pula,” katanya. Kendati, begitu Muchdar yakin bahwa kuota yang disediakan tersebut dapat memenuhi kouta tahun ini mengingat jumlah siswa SMP yang dinyatakan lulus tahun ini hanya mencapai 5.705 orang.

Kasi SMK Dikbud Kota Kendari ini juga menambahkan, tahun ini SMA Negeri 4 dan SMA N 1 Kendari masih menjadi primanoda bagi orang tua siswa untuk menjutkan pendidikan buah hatinya kejenjang lebih tinggi. Muchdar mencatat, pendaftar di SMA Negeri 4 Kendari mencapai 2.000 orang dengan jumlah kuota yang disediakan 228 kursi siswa baru. Sedangkan, SMA Negeri 1 Kendari mencapai 1.000 lebih pendaftar dengan jumlah kuota siswa baru sama sebanyak 228 orang.

“Dengan banyak pendaftar tersebut tentunya persaingan semakin kompotitif dan dapat dipastikan 1 kursi siswa baru diperebutkan 8-10 orang pendaftar. Serta dipastikan akan ada seribu lebih pendaftar yang dipastikan gugur,” tuturnya. Muchdar juga menambahkan, banyak peminat kedua sekolah tersebut merupakan dampak imput sekolah terebut berkualitas dan mampu bersaing dimana-mana. Sehingga menjadi salah satu kepercayaan bagi orang tua siswa bahwa untuk melanjutkan anaknya di sekolah tersebut.

“Selain itu, juga kedua sekolah tersebut memiliki banyak kegiatan ekstrakulikuler di segala bidang dan memiliki jaringan yang kuat bagi alumninya untuk melanjutkan di perguruan tinggi ternama. Tentunya, itu menjadi pemikat tersendiri,” ungkapnya.

Terkait penentu kelulusan, Muchdar menjelaskan tetap berdasarkan Nilai UN SMP pada empat mata pelajaran. Siswa tertinggi nilainya, berhak dinyatakan lulus berdasarkan kuota yang disedikan. Selain itu, pendaftar akan mendapatkan poin tambahan jika zona rumah pendaftar berdekatan dengan sekolah yang ditujunya maksimal 50 meter, berhak mendapatkan poin tambahan sebesar 75 persen dibuktikan dengan kartu penduduk atau domisili pendaftar yang bersangkutan. “Selain itu, siswa berprestasi tingkat nasional meraih juara I berhak memilih sekolah pilihannya tanpa diseleksi. Sedangkan juara II mendapatkan poin tambahan sebanyak 75 persen dan juara III 50 persen dibuktikan sertifikat. Untuk siswa berprestasi tingkat Provinsi, Juara I mendapatkan poin tambahan 75 persen, juara II 50 persen dan juara III 30 persen dan Kabupatekan Kota Juara I mendaptakan poin tambahan 35 persen, juara II 25 persen dan juara III 15 persen. ,” terang Muchdar.

Kepala SMAN 4 Kendari, Tenggaruddin mengungkapkan, banyaknya pendaftar di satuan pendidikan yang di pimpinannya tersebut menjadi salah satu kebanggan tersendiri. Hal tersebut membuktikan bahwa SMAN 4 Kendari masih menjadi kepercayaan bagi orang tua siswa di setiap tahunnya. “Alhamudlillah pendaftarnya mencapai 2 ribu orang. Padahal kuota yang disediakan hanya sebanyak 228 kursi di 9 rombongan belajar,” ujar Tenggarudin.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala SMAN 1 Kendari, Drs. Muh Ali. Ia mengungkapkan, banyak pendaftar di sekolah dipimpinnya membuatnya harus teliti menentukan siapa yang layak untuk diterima. Muh. Ali juga tak menampik banyaknya pendaftar tersebut menjadi sebuah kebanggaan baginya. “Alhamdulillah kemarin telah kami umumkan siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 288 orang. Jumlah tersebut bedasarkan kuota yang disediakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Kota Kendari, Makmur berharap siswa yang tidak dinyatakan lulus tidak berputus asa meski belum berhasil melanjutkan pendidikan pada satuan pendidikan yang ditujunya. Menurutnya, masih banyak sekolah swasta maupun negeri memiliki kualitas yang sama yang belum terpenuhi kuota siswa barunya yang bakal dibuka pendaftarannya kembali. “Sekolah dimana pun sama, satuan pendidikan negeri maupun swasta kualitas sama dan telah terakreditasi pula,” sarannya.

Olehnya itu, Makmur juga berharap, peserta didik tidak hanya terfokus untuk melanjutkan pendidikan hanya pada sekolah yang favorit saja. Sebab, akan banyak yang tereliminasi mengingat kuota yang disediakan sangatlah minim. “Tentunya, kita berharap seluruh peserta didik yang ada di Kota Kendari yang telah lulus SMP dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA,” tandasnya. (hadrian)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top