WASPADA MUDIK! Di Laut Gelombang Capai 6 Meter, Jalan Darat Tanah Longsor – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

WASPADA MUDIK! Di Laut Gelombang Capai 6 Meter, Jalan Darat Tanah Longsor

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Musim mudik lebaran tinggal sepekan lagi. Perubahan cuaca pada beberapa pekan terakhir sangat rawan terhadap sarana transportasi baik darat, laut, maupun udara. Kondisi ini harus diwaspadai bagi seluruh operator transportasi demi menjaga keselamatan para penumpang. Apalagi transportasi laut, tinggi gelombang bisa mencapai 6 meter di perairan Sulawesi Tenggara.

Cuaca tidak bersahabat untuk wilayah Sulawesi Tenggara diprediksi berlangsung bulan Juni hingga Agustus mendatang. Kondisi tersebut pastinya akan mengganggu jalur transportasi baik darat, laut, maupun udara. Beberapa jalur darat mulai terlihat sangat rawan lakalantas seperti jalur Kendari-Konsel yang rawan longsor. Begitu pula titik-titik jalan trans Sulawesi, khususnya di Kolaka utara.

Kasi Observasi dan Informasi Stasion Metereologi Maritim Kendari, Aris Yunatas mengatakan angin yang terjadi pada periode pada Juni-Agustus mengakibatkan sebagian besar wilayah perairan di Sultra kurang bersahabat. Dari data historis Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG), pada periode ini ketinggian gelombang antara 2,5 hingga 6 meter. Di saat yang sama terjadi penjalaran alun (swell) yang diakibatkan pusat tekanan tinggi subtropis di barat Daya Australia. Akibatnya, kondisi perairan sangat berpotensi mengalami gelombang tinggi.

“Bukan hanya ketinggian gelombang, hujan akan terus mengguyur wilayah Sultra. Kondisi peraiaran Sultra yang menghangat memicu pembentukan awan-awan hujan. Hal ini dipicu adanya konvergensi udara di wilayah atmosfir Sulawesi. Selain itu, kelembaban udara cukup tinggi yang disebabkan meningkatnya suhu muka laut. Akibatnya, terjadi penumpukan massa udara basah di atas atmosfir wilayah Sultra,” jelasnya.

Sementara, Kepala Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari Akhriadi mengatakan, kepadatan arus mudik tahun ini dipastikan berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya lonjakan penumpang kerap terjadi di H-8 lebaran. Namun, tahun ini dipastikan puncak arus mudik akan terjadi pada H-4 lebaran. Lonjakan penumpang tidak akan terlalu padat karena sudah dilakukan penambahan armada angkutan dan rute penyebrangan.

Ia menuturkan hingga pekan ke dua Ramadan tanda-tanda lonjakan penumpang belum terjadi. Meski begitu segala langkah antisipatif sudah dilakukan demi menertibkan arus mudik. “Kami sudah membangun posko di Pelabuhan Nusantara untuk memantau langsung jalannya mudik. Libur nasional kan dimulai tanggal 2 Juli. Kemungkinan hari itulah padat arus mudik,” ujar Akhriadi, kemarin.

Akhriadi juga memastikan saat mudik berlangsung tak ada kapal over kapasitas yang diberangkatkan. Ia mengingatkan, pengusaha pelayaran untuk tidak menjual tiket siluman alias non seat. “Jumlah tiket yang terjual harus sama dengan jumlah penumpang yang ada dalam kapal. Kalau ada kelebihan, kita tidak akan tolerir, izin berangkatnya tidak akan kita kasih,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra H Lukman Abunawas meminta pihak ototitas penyelenggara kepelabuhanan, angkutan darat dan udara meningkatkan kewaspadaannya. “Saya kira, ini harus menjadi perhatian. Mulai dari operator pelabuhan dalam hal ini Kantor Kesyahbandara Otoritas Pelabuhan (KSOP), pihak kebandaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) hingga perusahaan angkutan. Sebelum diberangkatkan, semua aturan mengenai keselamatan, kenyamanan dan keamanan penumpang harus dipastikan. Dengan begitu, resiko terjadi kecelakaan atau musibah bisa dihindari,” imbau Lukman Abunawas, kemarin.

Musim angin timur kata Ketua KONI Sultra, berimbas pada pelayanan angkutan. Armada pelayaran harus berhadapan dengan ketinggian gelombang. Ia berharap KSOP bisa lebih selektif dalam memberikan izin pelayaran. Bila dianggap cuaca kurang bersahabat, jangan menerbitkan izin. Selain itu, otoritas pelabuhan harus memeriksa peralatan atau perangkat keselamatan armada pelayaran. Di sisi lain, perusahaan juga harus memberi respon positif. Bila tidak, upaya KSOP akan sia-sia. “Otoritas pelayaran harus mengecek kondisi kapal dan peralatan. Jangan hanya melihat laporan administrasinya. Kalau begitu, KSOP bisa melihat kondisi kapal yang sebenarnya. Sebab terkadang ada pemilik kapal yang tidak menyampaikan kondisi kapal yang sebenarnya,” kata mantan Bupati Konawe dua periode ini.

Begitupun dengan angkutan darat. Berdasarkan laporan, sejumlah jalur perlintasan tertimbun longsor diakibatkan curah hujan yang meningkat. Seperti jalan Menuju Kolono Konawe Selatan (Konsel). Padahal jalur ini diperkirakan akan padat. Sebab jalur ini akan digunakan kendaraan menuju pelabuhan Amolengo. Jalur ini merupakan perlintasan baru menuju Pulau Buton. Di beberapa daerah, potensi longsor tetap terjadi. Seperti di Kolaka, Bomabana, Kolaka Utara (Kolut), Konsel dan Konawe Utara (Konut).

Potensi longsor ini harus segera ditangani. Pemda kabupaten/kota harus segera merespon. Tidak hanya melalui dishub dan dinas PU. Pemerintah harus melakukan rekayasa lalu lintas. Untuk melaksanakan hal itu, harus ada koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya. Selain itu, dishub harus melakukan pengecekan terhadap kelayakan kendaraan. AKAP dan AKDP harus dicek kondisi angkutan sebelum berangkat.
Sementara angkutan udara, mendung yang menyelimuti Kendari akan mengganggu penerbangan. Meskipun tidak bisa dihindari, otoritas bandara harus memastikan kondisi runway benar-benar aman saat pesawat mendarat pada kondisi cuaca sedang buruk. Mengenai lonjakan penumpang, sepertinya sudah bisa diantisipasi. Katanya, ada penambahan 4 penerbangan. Selain melalui maskapai penerbangan Batik Air, Garuda akan menyiapkan 2 pesawatnya untuk mengangkut penumpang lebaran. (kendaripos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top