Alamak, Air Meluap Jembatan Putus dan 125 KK Terisolasi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Alamak, Air Meluap Jembatan Putus dan 125 KK Terisolasi

kendaripos.fajar.co.id, KOLAKA- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kolaka sepanjang hari pada Minggu (19/6), menyebabkan banjir di sejumlah daerah di Bumi Mekongga. Adapun daerah yang terkena banjir adalah Kelurahan Wolo di Kecamatan Wolo dan Desa Sani-sani Kecamatan Samaturu. Akibat banjir yang melanda kedua daerah tersebut, menyebabkan jembatan putus dan beberapa rumah warga terendam banjir.

Ilustrasi

Ilustrasi

Lurah Wolo, Taslim Muthalib menuturkan, banjir bermula dari hujan deras yang melanda Wolo sekitar empat jam dari pukul 14.00 hingga 18.00. Akibat hujan tersebut, pada pukul 21.30 sungai yang berada di Lingkungan Labuan Bajo meluap dan menyebabkan jembatan satu-satunya yang menghubungkan antara Lingkungan Labuan Bajo dengan Pusat Kelurahan Wolo terputus. Akibatnya, 125 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Lingkungan Labuan Bajo terisolasi.

“Dengan putusnya jembatan itu, 125 KK di Lingkungan Labuan Bajo terisolasi. Karena itu jembatan satu-satunya yang menghubungkan antara Lingkungan Labuan Bajo dengan Pusat Kelurahan Wolo. Jadi kalau warga Labuan Bajo mau berurusan ke Kelurahan Wolo, mereka harus naik rakit. Sedangkan jumlah rakit yang dimiliki warga Labuan Bajo hanya sedikit,” tuturnya.

Taslim mengatakan, banjir setiap tahun melanda wilayahnya dan selalu merusak jembatan tersebut. Olehnya itu, ia meminta kepada instansi terkait untuk segera melakuan perbaikan. “Jembatan itu swadaya masyarakat, jadi ala kadarnya saja, yang penting bisa lewat motor. Jadi setiap banjir jembatan itu pasti terbawa arus. Olehnya itu, agar ini tidak terjadi secara terus-menerus, kami meminta kepada instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan jembatan,” pintanya.

Kasubid Sarana dan Prasana Darurat dan Logistik BPBD Kolaka, Nursalim Madenuang mengatakan, akibat luapan sungai di Kelurahan Wolo juga menyebabkan banjir kiriman di Desa Sani-sani Kecamatan Samaturu. Meskipun sempat merendam beberapa rumah warga, namun banjir tersebut tidak berlangsung lama dan saat ini telah surut. Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada warga di kedua daerah tersebut untuk selalu waspada. Sebab potensi untuk terjadi banjir masih tetap ada.

“Kalau potensi terjadinya banjir masih ada, karena saat ini masih sering hujan deras. Olehnya itu, kami mengimbau kepada warga khususnya yang bermukim di pinggir pantai dan dekat dengan muara sungai untuk selalu waspada. Sebab kondisi cuaca sekarang agak sulit untuk diprediksi,” katanya. (fad/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top