Banyak Pegawai Malas Ngantor di Bulan Ramadan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Aneka

Banyak Pegawai Malas Ngantor di Bulan Ramadan

Lukman Abunawas

Lukman Abunawas

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Sudah diberikan pengurangan jam kerja sepanjang bulan ramadan ini, namun para pegawai negeri sipil (PNS) masih saja malas berkantor. Berdasarkan laporan yang masuk ke Sekretariat Provinsi, ternyata masih banyak aparatur daerah yang malas berkantor. Padahal selama bulan puasa ini ramadan, pemerintah telah memperlambat jam masuk berkantor 30 menit. Begitupun dengan waktu pulang kantor yang dipercepat 30 menit.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, H Lukman Abunawas mengaku tak habis pikir dengan polah bawahannya itu. Padahal untuk mengurangi beban kerja dan menghormati orang yang berpuasa, pemerintah telah memberi toleransi jam berkantor. Seharusnya, tidak ada alasan datang terlambat. Namun kenyataannya, justru sebaliknya. Masih banyak PNS yang datang dan pulang kerja sekehendak hati, tanpa memerhatikan kedisiplinan.
“Saya minta, kebiasaan bermalas-malasan harus ditinggalkan. Masa, sudah dikurangi jam kerja masih ada yang membolos dan terlambat. Puasa itu bukan ajang malas-malasan, namun harus dibarengi dengan kegiatan bernilai ibadah. Datang berkantor dan melaksanakan tugas dengan baik juga akan menjadi ibadah. Harusnya dengan kebijakan ini, PNS bisa datang dan pulang berkantor tepat waktu,” sindir mantan Bupati Konawe dua periode itu, akhir pekan lalu.

Selama ramadan, kata Ketua KONI Sultra ini, kinerja PNS harus lebih ditingkatkan. Jangan sampai karena alasan melaksanakan puasa, pelayanan menjadi tidak maksimal. Sejatinya, puasa ini dijadikan ajang mencari berkah. Bentuk implementasinya melalui kinerja termasuk di lingkungan pekerjaan. Apalagi sudah menjadi tupoksi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni menjadi pelayan masyarakat. Ia berharap momentum ramadan bisa dimaknai sebagai ajang introspeksi diri.

Sesuai aturan, PNS meninggalkan tugas tanpa izin akan mendapat sanksi. Katanya, bisa berupa teguran tertulis hingga sanksi disiplin PNS. Pemberian sanksinya telah diatur dalam UU ASN maupun Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Selain itu, pegawai masih akan mendapatkan sanksi tambahan berupa pemotongan Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP).  “Semua absensi pegawai di SKPD akan dikumpulkan dan cek satu persatu. Begitupun dengan jadwal apel paginya. Bila diperlukan, pada waktu-waktu tertentu pemerintah akan melakukan Sidak,” pungkas mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe ini. (Amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top