Cetak Gol di Menit Terakhir, Payet Samai Pencapaian Platini dan Henry – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Cetak Gol di Menit Terakhir, Payet Samai Pencapaian Platini dan Henry

kendaripos.fajar.co.id, MARSEILLE – Dimitri Payet kembali menunjukkan tajinya pada menit-menit akhir. Golnya pada menit ke-6 masa injury time membuat Prancis menang 2-0 atas Albania, Kamis (16/6) dini hari WIB.

France's forward Dimitri Payet celebrates France's second goal during the Euro 2016 group A football match between France and Albania at the Velodrome stadium in Marseille on June 15, 2016. France beat Albanian 2-0. / AFP PHOTO / FRANCK FIFE

Itu merupakan gol kedua Payet di Euro 2016 dari dua laga awal fase grup. Dia pun mampu menyamai pencapaian dua legenda Les Bleus yakni Michel Platini dan Thierry Henry.

Sebelum Payet, Platini dan Henry tercatat sebagai pemain Les Bleus – julukan timnas Prancis, yang berhasil selalu mencetak gol dalam dua laga awal fase grup.

Platini melakukannya di Euro 1984. Bahkan, dia selalu mencetak gol di fase grup hingga partai final. Prancis diantarkannya juara.

Sementara itu, Henry melakukannya di fase grup Euro 2000. Dia mencetak masing-masing satu gol saat Prancis menang 3-0 atas Denmark dan ketika menang 2-1 atas Rep. Cheska.

Menariknya, ketika ada pemainnya yang selalu mencetak gol di dua laga awal fase grup, Prancis selalu juara. Platini melakukannya pada 1984 dan Les Bleus juara. Henry pada 2000 dan Prancis juga juara. Apakah ini berarti Les Bleus kembali juara? Terkadang faktor nonteknis seperti itu bisa memengaruhi.

Terlebih, fenomena pemain Prancis selalu mencetak gol dalam dua laga awal fase grup di putaran final Euro terjadi dalam siklus 16 tahun. Pertama pada 1984 dan Prancis juara, kedua pada 2000 setelah 16 tahun dan Prancis juga juara, kini setelah 16 tahun pemain Les Bleus selalu mencetak gol di dual laga awal kembali terjadi. Jika mengacu siklus, berarti Les Bleus akan juara Euro 2016.

Terlepas dari itu, Payet juga mencetak rekor lain. Golnya pada menit ke-6 masa injury time saat melawan Albania menjadi gol paling telat sepanjang sejarah putaran final Piala Eropa.(epr/JPNN)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top