Kakanwil Hukum dan HAM Duga Polisi Langgar HAM – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Kakanwil Hukum dan HAM Duga Polisi Langgar HAM

Ka Kanwil Kemenkum HAM SultraAgus Purwanto BA. SH M.Si (tengah) beserta jajarannya ketika berkunjung di Kendari Pos, Kamis (10/6/2016)

Ka Kanwil Kemenkum HAM SultraAgus Purwanto BA. SH M.Si  bersama Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin beserta jajaran Kemenkum HAM Sultra ketika berkunjung di Kendari Pos, Kamis (10/6/2016)

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Tewasnya Abdul Jalil alias Jalil secara tidak wajar ketika ditangkap polisi mulai menimbulkan reaksi berbagai komponen di daerah ini. Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia, Agus Purwanto BA. SH M.Si mencurigai pihak kepolisian  terindikasi melakukan pelanggaran HAM.  Dengan catatan, bila kronologis kejadian seperti yang terungkap di media bahwa, Jalil yang ditangkap tanpa perlawanan ketika dijemput di rumahnya, namun telah tewas secara mengenaskan ketika dijenguk orang tuanya harinya. Sebab standar operasional Polisi hanya membolehkan penembakan, ketika sang tersangka mengancam nyawa Polisi atau orang lain.

Sorotan atas kinerja polisi yang berakibat meninggalnya seorang yang masih terduga criminal juga terdengar dari gedung parlemen. Ketua Komisi I DPRD, Taufan Alam menyayangkan sikap polisi yang patut diduga bertindak berlebihan, sehingga menyebabkan hilangnya nyawa seorang tersangka. Seyogyanya, kata Taufan,  ketika seorang tersangka berada dalam genggaman polisi,  dalam kondisi aman, bukan justru tewas.  Apalagi saat ditangkap, yang bersangkutan tak melakukan perlawanan.

Politisi asal Muna Barat ini mengilustrasikan, kalaupun Jalil melakukan perlawanan, jika bentuk perlawanannya tak mengancam seseorang, mengapa harus ditembak.  “Logikanya dia (Jalil-Red) tidak mungkin melawan kalau sudah ada dalam pengendalian banyak anggota polisi yang datang menangkap. Kan aneh,” kata Taufan, Kamis. (9/6/2016).

Memang dalam standar operasional kepolisian, lanjut Taufan, dibenarkan jika polisi melakukan penembakan ketika seorang tersangka melawan hingga membahayakan Polisi, tapi perlawanan yang dilakukan Jalil diyakininya tidak seperti itu karena saat ditangkap, dia tak melakukan perlawanan. “Sebagai anggota dewan yang membidangi hukum, kami minta Polda Sultra segera menjelaskan kematian Jalil dan segera mengusut kasus tersebut,” tukasnya.

Sejauh ini, penyelidikan tentang penyebab kematian Abdul Jalil alias Jalil tengah dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Honorer di  BNNP Sultra  itu meregang nyawa setelah ditangkap polisi Selasa (7/6) lalu, diduga tewas karena diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat yang menangkapnya. Selain tubuhnya yang lebam-lebam, di betisnya juga ada lobang bekas terjangan peluru.

Polisi kini sudah memeriksa keterangan 12 orang saksi, lima diantaranya adalah petugas yang berada pada saat penangkapan honorer Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sultra, yang kemudian tewas. (kendaripos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top