Astaga! Polisi Ini Barter Tilang dengan Mesum – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Astaga! Polisi Ini Barter Tilang dengan Mesum

TUNTUT KEADILAN: Mediasi korban dengan pihak Polres Baru Kamis (9/6/2016)

TUNTUT KEADILAN: Mediasi korban dengan pihak Polres Baru Kamis (9/6/2016)

JawaPos.com – Entah apa yang ada di benak Brigadir EN. Bukannya menegakan aturan, personel Satlantas Polres Batu, Malang ini malah melakukan tindakan tak senonoh.

Brigadir EN kedapatan menawarkan barter “terlarang” kepada salah seorang seorang siswi SMK.

Kejadian bermula saat korban berinisial DSS ditilang si polisi. Siswi SMK Swasta Kota Malang itu dibonceng pacarnya, Gusti Fajaruddin (21). Mereka ditilang di Jalan Semeru, Kota Batu. Keladinya, Fajar tak membawa SIM dan STNK asli alias hanya salinannya.

Brigadir EN lantas menawarkan sidang di tempat dengan membayar Rp 250 ribu.

”Masalahnya saya hanya bawa uang Rp 50 ribu,” kata Fajar, Kamis (9/6/2016) di Polres Malang.

Dia akhirnya disuruh turun dari sepeda motor karena sepeda motor tersebut akan dibawa polisi.

Polisi tersebut menyatakan bahwa motor Fajar bisa kembali kalau pacarnya ’’diserahkan’’ kepada dirinya. Fajar lantas menolak.

Dia memilih membayar, asalkan pacarnya tidak menjadi jaminan motor yang ditahan.

”Saya carikan utangan kepada teman di Batu. Sementara itu, DSS disandera polisi,” kata Fajar yang berprofesi wiraswastawan tersebut.

Di sinilah dugaan asusila muncul. Saat Fajar mencari utangan, DSS dibawa ke pos lantas Alun-Alun Kota Batu. Dia dimasukkan di sebuah ruangan.

”Masak gak mau sih disayang-sayang sama polisi?” ucap DSS menirukan kata-kata polisi mesum tersebut. Tetapi, polisi itu tidak sampai memegang tubuh DSS.

Korban mengingat, oknum polisi tersebut bernama Negara seperti yang tertera di seragam. DSS menjelaskan, dengan mau disayang-sayang, motor yang ditilang akan dibebaskan.

“Gak perlu sidang, langsung dilepaskan (motornya),” beber dia

Diberitakan sebelumnya, Brigadir EN menawarkan ’’barter’’ tilang (bukti pelanggaran) dengan ajakan berbuat asusila. Kejadian pada 4 Juni 2016 tersebut baru dilaporkan korban yang berinisial DSS Kamis (9/6).

Saat melaporkan pelecehan itu, korban ditemani Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) yang dipimpin langsung oleh Tedja Bawana.(JP)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top