MENGUAK TEWASNYA TANGKAPAN POLISI! Polisi Sebut Jalil DPO, di BNNP Dikenal Baik – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

MENGUAK TEWASNYA TANGKAPAN POLISI! Polisi Sebut Jalil DPO, di BNNP Dikenal Baik

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Kasus  penyebab kematian Abdul Jalil alias Jalil ketika diamankan anggota kepolisian masih menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, Senin (6/6/2016) malam saat  Jalil ditangkap oleh segerombolan anggota polisi di rumahnya  masih dalam keadaan sehat wal afiat dan Jalil pun tidak melakukan perlawanan sama sekali. Tetapi, ketika keesokan harinya, Selasa (7/6/2016)  orang tua Jalil ke kepolisian untuk mengecek keberadaan anaknya, ternyata pria berusia 25 tahun itu sudah tak bernyawa. Pihak keluarga menduga tewasnya Jalil karena diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat yang menangkapnya. Selain tubuhnya yang lebam-lebam, di betisnya juga ada lobang bekas terjangan peluru.

Tindak tanduk Jalil pun menyimpan tanda tanya. Sebab, pihak kepolisian memastikan bahwa Abdul Jalil memang masuk daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto, mengungkapkan catatan kriminal lelaki yang dikabarkan akan menikah usai lebaran itu menumpuk di kantor polisi. Ada yang di Mapolsek Abeli dan ada juga Mapolsek Mandonga, dengan tindakan kriminal yaitu pencurian dengan kekerasan (Curas), pemerkosaan dan jambret. “Ada laporan Jalil di Polsek Abeli dan Mandonga, dan laporannya paling banyak itu pencurian dengan kekerasan (Curas),” kata mantan Kapolres Muna itu.

Di tempat terpisah Kabag Ops Polresta Kendari saat dikonfirmasi mengatakan, Abdul Jalil Akram memang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Kendari. Telah banyak laporan polisi yang menunjukkan Jalil adalah pelaku tindakan kriminal. Sebelum penangkapan Jalil pihak Polres terlebih dahulu menangkap tiga tersangka yang diduga komplotan Jalil, salah satunya adalah Adi Darmawan atau Ambang yang kini sedang ditahan di Rutan Polresta Kendari.

“Jalil sudah lama menjadi DPO cacatan kriminalnya sudah ada, dengan tertangkapnya tiga pelaku dan mereka menyebut Jalil, dengan dasar catatan kriminal dan pengakuan Ambang, kami langsung melakukan penangkapan terhadap Jalil. Jalil sering melakukan aksi kriminalitasnya di malam hari,” jelas Kabag Ops.

Namun prilaku Abdul Jalil sebagaimana disebutkan polisi ternyata kontras dengan pengamatan rekan sekarja Abdul Jalil di Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sultra. Jalil memang tercatat  sebagai salah seorang tenaga honor di instansi itu. Ia bahkan dikenal sebagai sosok yang baik dan rajin di mata sesama rekan kerjanya di lembaga yang bertugas memberantas peredaran narkoba tersebut. Bahkan, pegawai di BNNP tak menyangka Jalil terlilit kasus disangkakan oleh pihak kepolisian yang berujung dengan kematian.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sultra, Rahmawati  membenarkan bahwa Jalil adalah salah satu pegawai di instansi yang dipimpin Kombes Fauzan Djamal tersebut. Menurutnya, Jalil  adalah sosok lelaki yang baik, rajin dan kerap membatu sesama rekan kerjanya. Tak heran jika meninggalnya Jalil, membuat Ramhwati dan rekan kerja lainnya kaget akan informasi tersebut. Apalagi ditudingkan melakukan perbuatan begal dan tindakan asusila.

“Saya tidak tau bagaimana kehidupannya di luar, tapi di kantor dia baik. Selain itu, Jalil rajin, baik dan kerap membantu sesama, terakhir kami sama-sama ke Bombana sebelum dia meninggal. Tentunya informasi kematiannya menggetkan kita semua, karena tidak menyangka dia akan bernasib seperti itu, ” ujar Rahmawati saat dihubungi via selulernya, kemarin.

Hal senada juga diungkapkan, salah satu pegawai di Kabag Umum BNNP SUltra, Alam. Menurutnya, Jalil merupakan rekan kerja yang kooperatif dan terbilang baik. “Jalil kerja disini sudah tiga tahun di bagian rehabilitasi. Orangnya baik dan  rajin. Kami juga kaget dengan informasi tersebut,” tandasnya.

Terhadap tewasnya Jalil secara tidak wajar itu pihak kepolisian melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih melakukan penyelidikan. Polisi kini sudah memeriksa keterangan 12 orang saksi, lima diantaranya adalah petugas yang berada pada saat penangkapan honorer di (BNNP) Sultra, yang kemudian tewas. “Yang kami periksa yaitu pihak pelapor, anggota yang diduga melepaskan tembakan kepada Jalil dan anggota yang sedang Piket di Polres pada saat penangkapan berlangsung,” kata . (kendaripos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top