Jangan Mendahului Gerakan Imam, Karena…. – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Lautan Ilmu

Jangan Mendahului Gerakan Imam, Karena….

kepala-keledai-mutiara-hadits-pilihan

kendaripos.fajar.co.idDi antara tabiat manusia adalah tergesa-gesa dalam tindakannya, Allah Ta’ala berfirman, “Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”. (QS. Al-Isra’: 11)

Nabi  bersabda, “Pelan-pelan adalah dari Allah, dan tergesa-gesa adalah dari syaitan”. (HR. Baihaqi dalam As-Sunanul kubra: 10/ 104)

Dalam shalat jamaah, sering orang menyaksikan di kanan kirinya banyak orang yang mendahului imam dalam ruku’ dan sujud takbir perpindahan bahkan hingga mendahului salam imam. Mungkin dengan tak disadari, hal itu juga tarjadi pada dirinya sendiri.

Perbuatan yang barangkali dianggap persoalan remeh oleh sebagian besar umat Islam itu, oleh Rasulullah  diperingatkan dan diancam secara keras dalam sabdanya, “Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai”. (HR. Muslim : 1/320-321)

BACA JUGA :  Bagaimana Hukum Sholat Cepat? Baca ini....

Jika saja orang yang hendak melakukan shalat dituntut untuk mendatanginya dengan tenang, apalagi dengan shalat itu sendiri. Tetapi terkadang orang memahami larangan mendahului imam itu dengan harus terlambat dari gerakan imam. Hendaknya dipahami, para fuqaha (ahlul fikih) telah menyebutkan kaidah yang baik dalam masalah ini, yaitu hendaknya makmum segera bergerak ketika imam telah selesai mengucapkan takbir. Ketika imam selesai melafadzkan huruf (ra’) dari kalimat “Allahu Akbar”, saat itulah makmum harus segera mengikuti gerak imam, tidak mendahului dari batasan tersebut atau mengakhirkannya. Jika demikian maka batasan itu menjadi jelas.

BACA JUGA :  Bagaimana Hukum Sholat Cepat? Baca ini....

Dahulu para sahabat Nabi -radhiallahu’anhum- sangat berhati-hati sekali untuk tidak mendahului Nabi . Salah seorang sahabat bernama Al-Barra’ Bin Azib  berkata, “Sungguh mereka (para shahabat) shalat di belakang Rasulullah . Maka, jika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, saya tak melihat seorangpun yang membungkukkan punggungnya sehingga Rasulullah  meletakkan keningnya di atas bumi, lalu orang yang ada di belakangnya bersimpuh sujud (bersamanya)”. (HR. Muslim, no : 474)

Ketika Rasulullah  mulai udzur, dan geraknya tampak pelan, beliau mengingatkan orang-orang yang shalat di belakangnya, “Wahai sekalian manusia, sungguh aku telah gemuk [lanjut usia], maka janganlah kalian mendahuluiku dalam ruku’ dan sujud …”. (HR. Baihaqi 2/93)

Dalam shalatnya, seorang Imam hendaknya melakukan sunahnya takbir. Yakni sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah , “Bila Rasulullah  berdiri untuk shalat, beliau bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika ruku’ kemudian bertakbir ketika turun (hendak sujud) kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, kemudian bertakbir ketika sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, demikian beliau lakukan dalam semua shalatnya sampai selesai dan bertakbir ketika bangkit dari dua (rakaat) setelah duduk (tasyahhud pertama)”.

BACA JUGA :  Bagaimana Hukum Sholat Cepat? Baca ini....

Jika imam menjadikan takbirnya bersamaan dan beriringan dengan gerakannya, sedang makmum memperhatikan ketentuan dan cara mengikuti imam sebagaimana disebutkan di muka maka jamaah shalat tersebut menjadi sempurna. Wallahu a’lam. (mediasalaf.com)

 

 

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top